Social Icons

Sabtu, 04 November 2017

WHEN STUDENTS PRESENT (REAL)






KETIKA  MAHASISWA BERPRESENTASI
(REAL)

Tulisan ini merupakan pengalaman yang penulis alami, ketika ada tugas presentasi mahasiswa. Ternyata penulis baru menyadari, di balik yang penulis lihat ada satu peristiwa tentang  mahasiswa dalam berpresentasi, pada hari Kamis, Tanggal 2 November pada Pukul 10.00 WIB.
Seperti yang pernah penulis posting tulisan dengan judul: Yukkz kita belajar :”Berani Presentasi” memang dibutuhkan keberanian untuk tampil ke depan, kemudian menjelaskan  bahan materi presentasi yang sudah kita persiapkan untuk acara tersebut.

Mengutip dari tulisan di blog  penulis sebelumnya dengan judul:

Yukkz kita belajar :”Berani Presentasi” diposting 2 Oktober 2017
Blog Hinijati@Blogspot.com
Tidak semua orang dapat melakukannya secara spontan. Ada yang memang sudah terbiasa berani tampil di depan, ada yang  malu-malu, ada yang sok berani, ada yang diam kalau sudah di depan orang banyak, ada yang takut gugup grogi gemetaran ataupun wajah menjadi panas seperti kepiting rebus saking takutnya, bahkan ada pula yang menghindari situasi kondisi tersebut, alias kabur apabila sudah menyangkut urusan tampil di depan, atau ada  orang yang ekstrim yang ingin diminta dan ingin selalu, untuk tampil di depan.
Sebenarnya tidak usah malu-malu seandainya kita memang diminta, bahkan diharuskan tampil di depan. Memang ada orang yang kalau berbicara di depan orang banyak akan gemetaran, gugup, tidak biasa, tidak bisa, takut salah, dan tidak menguasai diri alias gugup, blank-lah katanya dst-nya. Sebagai contoh, (ini hanya sharing saja yah) penulis akan mengambil contoh diri penulis sendiri, soalnya apabila diambil contoh dari teman atau siapapun nantinya kawatir mereka marah atau tidak bersedia. Untuk itulah penulis mengambil contoh diri sendiri. Penulis-pun sebenarnya seorang yang penakut dan tidak percaya diri bila diminta untuk tampil di depan, ini adalah bawaan karakter penulis, yang terbiasa di keluarga besar jarang sekali diminta pendapat, atau memimpin doa apabila mau makan. Penulis hanyalah seseorang pengekor yang keberadaannya selalu di barisan belakang, tidak pernah tampil di depan, maklumlah anak paling kecil, selalu dianggap kecil sampai tua-pun tetap dianggap masih kecil. Waktu terus berjalan, akhirnya karena berkaitan dengan karir pekerjaan, penulis-pun menyesuaikan diri untuk “sering” tampil di barisan depan, yaaah mana mungkin pada saat mengajar dosennya ada di belakang mahasiswa terus. Apa kata dunia?… Akhirnya karena terbiasa dan terpaksa penulis-pun jadi berani tampil di depan, bahkan dalam acara apapun terkadang diminta secara spontan untuk tampil di depan, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, diberani-beraniin saja atau modal nekat deh, sekarang sih mikirnya, masa cuman ngomong saja di depan takut sudah gak jaman tuh, kalau seandainya gugup datang menghampiri,  tinggal tarik nafas perlahan-lahan, atau pasang senyum sambil mikir di otak kata-kata apalagi yang akan disampaikan, dan jangan lupa pegang pulpen untuk mengalihkan kegugupan.

Dari kutipan di atas, menunjukkan semua orang memang harus mempersiapkan diri, apabila diminta untuk presentasi, agar tidak malu atau menjadi bahan tontoanan tertawaan teman-temannya atau khalayak luas.
Seperti yang tadi penulis sampaikan,  ketika mahasiswa berpresentasi, ada  kejadian yang  belum pernah terpikirkan, dan belum pernah lihat dengan mata kepala sendiri.

Penilaian penulis pada saat sidang presentasi tugas mata kuliah, semua hasilnya baik dan bagus, memang mahasiswa yang kuliah di Universitas Trisakti, jadi pada pandai ketika sudah berkuliah di dalamnya. Penulis sudah buktikan, bukan hanya omongan saja. Mahasiswa yang berpresentasi adalah mahasiswa semester 5. Mereka dengan antusias sudah mempersiapkan diri untuk tampil ke depan. Tetapi di balik kehebatan mereka berpresentasi, ternyata menurut mereka, mereka itu masih saja diliputi perasaan seperti: rasa bingung, takut salah bicara, gugup, tegang, gemetaran baik tangan dan kaki, kepala pusing, berdiri limbung, mata terasa panas, mulut terasa kaku, telingan berdeging, tangan keluar keringat dingin, lupa kata-kata, dan pingin menangis ataupun kepingin ke toilet.

Memang ada satu mahasiswa yang menurut penulis, saking gugupnya sampai lupa memakai sepatu, akhirnya di depan mahasiswa tersebut sambil mencoba menguasasi dirinya, memakai sepatu yang tadi dia tinggalin sambil senyum-senyum. Dan hasil presentasinya tetap oke-lah menurut penulis. Tetapi  dengan peristiwa tersebut, penulis tegur dan sampaikan, bahwa bagi penulis mau gugup, bingung ataupun takut ataupun lain-lain perasaan yang menghantui, itu tidak menjadi masalah, hal tesrebut manusiawi-lah, semua orang pasti takut, gugup. Bohong kalau tidak mengalami hal-hal seperti di atas. Tetapi kalau yang menyangkut soal belum pakai sepatu dan memakainya di depan ruangan sambil mengangkat sepatunya, menurut penulis itu tidak ber-etika, tidak menghargai dan menghormati khalayak ramai di depannya. Memangnya acara lawak, kalau acara lawak mungkin membuat suasana lucu. Yah semoga tidak terulang kembali, anggap saja itu intermeso waktu saja.

Kenapa di dalam tugas penulis selalu memberikan tugas untuk presentasi? Ini sering ditanyakan oleh para mahasiswa. Selalu penulis sampaikan, bahwa setiap tugas selalu harus dipresentasikan, karena penulis ingin mahasiswa jaman Now ini, mampu tampil di depan, dan belajar berani, sehingga belajar untuk mempersiapkan menjadi seorang pemimpin yang akan selalu tampil di depan dan ke depan. Sehingga dari Universitas Trisakti akan lahir calon-calon pemimpin masa depan.

*****


2 komentar:

  1. Saya termasuk mahasiswa yg tdk terbiasa berbicara depan umum dan suka gugup sendiri. Semoga besok2 sifat jelek ini hilang :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sarankan untuk baca lagi tulisan tentang presentasi yang telah termuat di blog ini. agar kamu bisa meresapi apa yang saya tulis. tidak terbiasa berbicara depan umum itu manusiawi, jangan merasa minder atau takut, tetapi jalanin saja semuanya, karena kamu suka atau tidak suka akhirnya kamu harus presentasi, iya kan??
      semoga hal negatif tersebut cepat hilang, dan menjadi seorang yang percaya diri, berani dan bertanggung jawab alam segala hal.

      Hapus

Number visiter