KETIKA MAHASISWA BERPRESENTASI
(REAL)
Tulisan ini merupakan pengalaman yang
penulis alami, ketika ada tugas presentasi mahasiswa. Ternyata penulis baru
menyadari, di balik yang penulis lihat ada satu peristiwa tentang mahasiswa dalam berpresentasi, pada hari
Kamis, Tanggal 2 November pada Pukul 10.00 WIB.
Seperti yang pernah penulis posting tulisan dengan judul: Yukkz
kita belajar :”Berani Presentasi” memang dibutuhkan keberanian untuk tampil ke
depan, kemudian menjelaskan bahan materi
presentasi yang sudah kita persiapkan untuk acara tersebut.
Mengutip dari tulisan di blog penulis sebelumnya dengan judul:
Yukkz kita belajar :”Berani Presentasi” diposting 2 Oktober 2017
Blog Hinijati@Blogspot.com
Tidak semua
orang dapat melakukannya secara spontan. Ada yang memang sudah terbiasa berani
tampil di depan, ada yang malu-malu, ada
yang sok berani, ada yang diam kalau sudah di depan orang banyak, ada yang
takut gugup grogi gemetaran ataupun wajah menjadi panas seperti kepiting rebus
saking takutnya, bahkan ada pula yang menghindari situasi kondisi tersebut,
alias kabur apabila sudah menyangkut urusan tampil di depan, atau ada orang yang ekstrim yang ingin diminta dan
ingin selalu, untuk tampil di depan.
Sebenarnya tidak
usah malu-malu seandainya kita memang diminta, bahkan diharuskan tampil di
depan. Memang ada orang yang kalau berbicara di depan orang banyak akan
gemetaran, gugup, tidak biasa, tidak bisa, takut salah, dan tidak menguasai
diri alias gugup, blank-lah katanya dst-nya. Sebagai contoh, (ini hanya sharing
saja yah) penulis akan mengambil contoh diri penulis sendiri, soalnya apabila
diambil contoh dari teman atau siapapun nantinya kawatir mereka marah atau
tidak bersedia. Untuk itulah penulis mengambil contoh diri sendiri. Penulis-pun
sebenarnya seorang yang penakut dan tidak percaya diri bila diminta untuk
tampil di depan, ini adalah bawaan karakter penulis, yang terbiasa di keluarga
besar jarang sekali diminta pendapat, atau memimpin doa apabila mau makan.
Penulis hanyalah seseorang pengekor yang keberadaannya selalu di barisan belakang,
tidak pernah tampil di depan, maklumlah anak paling kecil, selalu dianggap
kecil sampai tua-pun tetap dianggap masih kecil. Waktu terus berjalan, akhirnya
karena berkaitan dengan karir pekerjaan, penulis-pun menyesuaikan diri untuk
“sering” tampil di barisan depan, yaaah mana mungkin pada saat mengajar
dosennya ada di belakang mahasiswa terus. Apa kata dunia?… Akhirnya karena terbiasa
dan terpaksa penulis-pun jadi berani tampil di depan, bahkan dalam acara apapun
terkadang diminta secara spontan untuk tampil di depan, tanpa ada pemberitahuan
terlebih dahulu, diberani-beraniin saja atau modal nekat deh, sekarang sih
mikirnya, masa cuman ngomong saja di depan takut sudah gak jaman tuh, kalau seandainya
gugup datang menghampiri, tinggal tarik
nafas perlahan-lahan, atau pasang senyum sambil mikir di otak kata-kata apalagi
yang akan disampaikan, dan jangan lupa pegang pulpen untuk mengalihkan
kegugupan.
Dari kutipan di atas, menunjukkan semua
orang memang harus mempersiapkan diri, apabila diminta untuk presentasi, agar
tidak malu atau menjadi bahan tontoanan tertawaan teman-temannya atau khalayak
luas.
Seperti yang tadi penulis sampaikan, ketika mahasiswa berpresentasi, ada kejadian yang belum pernah terpikirkan, dan belum pernah lihat
dengan mata kepala sendiri.
Penilaian penulis pada saat sidang presentasi tugas
mata kuliah, semua hasilnya baik dan bagus, memang mahasiswa yang kuliah di
Universitas Trisakti, jadi pada pandai ketika sudah berkuliah di dalamnya.
Penulis sudah buktikan, bukan hanya omongan saja. Mahasiswa yang berpresentasi
adalah mahasiswa semester 5. Mereka dengan antusias sudah mempersiapkan diri
untuk tampil ke depan. Tetapi di balik kehebatan mereka berpresentasi, ternyata
menurut mereka, mereka itu masih saja diliputi perasaan seperti: rasa bingung,
takut salah bicara, gugup, tegang, gemetaran baik tangan dan kaki, kepala
pusing, berdiri limbung, mata terasa panas, mulut terasa kaku, telingan
berdeging, tangan keluar keringat dingin, lupa kata-kata, dan pingin menangis
ataupun kepingin ke toilet.
Memang ada satu mahasiswa yang menurut
penulis, saking gugupnya sampai lupa memakai sepatu, akhirnya di depan
mahasiswa tersebut sambil mencoba menguasasi dirinya, memakai sepatu yang tadi
dia tinggalin sambil senyum-senyum. Dan hasil presentasinya tetap oke-lah
menurut penulis. Tetapi dengan peristiwa
tersebut, penulis tegur dan sampaikan, bahwa bagi penulis mau gugup, bingung
ataupun takut ataupun lain-lain perasaan yang menghantui, itu tidak menjadi
masalah, hal tesrebut manusiawi-lah, semua orang pasti takut, gugup. Bohong
kalau tidak mengalami hal-hal seperti di atas. Tetapi kalau yang menyangkut
soal belum pakai sepatu dan memakainya di depan ruangan sambil mengangkat
sepatunya, menurut penulis itu tidak ber-etika, tidak menghargai dan
menghormati khalayak ramai di depannya. Memangnya acara lawak, kalau acara
lawak mungkin membuat suasana lucu. Yah semoga tidak terulang kembali, anggap
saja itu intermeso waktu saja.
Kenapa di dalam tugas penulis selalu
memberikan tugas untuk presentasi? Ini sering ditanyakan oleh para mahasiswa. Selalu
penulis sampaikan, bahwa setiap tugas selalu harus dipresentasikan, karena
penulis ingin mahasiswa jaman Now ini, mampu tampil di depan, dan belajar
berani, sehingga belajar untuk mempersiapkan menjadi seorang pemimpin yang akan
selalu tampil di depan dan ke depan. Sehingga dari Universitas Trisakti akan
lahir calon-calon pemimpin masa depan.
*****
Saya termasuk mahasiswa yg tdk terbiasa berbicara depan umum dan suka gugup sendiri. Semoga besok2 sifat jelek ini hilang :(
BalasHapussaya sarankan untuk baca lagi tulisan tentang presentasi yang telah termuat di blog ini. agar kamu bisa meresapi apa yang saya tulis. tidak terbiasa berbicara depan umum itu manusiawi, jangan merasa minder atau takut, tetapi jalanin saja semuanya, karena kamu suka atau tidak suka akhirnya kamu harus presentasi, iya kan??
Hapussemoga hal negatif tersebut cepat hilang, dan menjadi seorang yang percaya diri, berani dan bertanggung jawab alam segala hal.