Social Icons

Jumat, 27 Oktober 2017

YUKKZ, KITA BELAJAR “BERANI PRESENTASI”



YUKKZ,  KITA BELAJAR “BERANI PRESENTASI”
                                                                   
Tidak mudah bagi seseorang untuk maju berbicara di depan khalayak ramai, baik di depan kelas, ataupun di dalam dan di luar ruangan.  Begitu pula sewaktu kita masih SD, SMP ataupun SMA, atau pada saat kita diberi kesempatan untuk memimpin upacara ataupun kita akan pidato, ceramah, presentasi tugas kuliah di depan teman atau orang banyak yang tidak dikenal.
Tidak semua orang dapat melakukannya secara spontan. Ada yang memang sudah terbiasa berani tampil di depan, ada yang  malu-malu, ada yang sok berani, ada yang diam kalau sudah di depan orang banyak, ada yang takut gugup grogi gemetaran ataupun wajah menjadi panas seperti kepiting rebus saking takutnya, bahkan ada pula yang menghindari situasi kondisi tersebut, alias kabur apabila sudah menyangkut urusan tampil di depan, atau ada  orang yang ekstrim yang ingin diminta dan ingin selalu, untuk tampil di depan.
Sebenarnya tidak usah malu-malu seandainya kita memang diminta, bahkan diharuskan tampil di depan. Memang ada orang yang kalau berbicara di depan orang banyak akan gemetaran, gugup, tidak biasa, tidak bisa, takut salah, dan tidak menguasai diri alias gugup, blank-lah katanya dst-nya. Sebagai contoh, (ini hanya sharing saja yah) penulis akan mengambil contoh diri penulis sendiri, soalnya apabila diambil contoh dari teman atau siapapun nantinya kawatir mereka marah atau tidak bersedia. Untuk itulah penulis mengambil contoh diri sendiri. Penulis-pun sebenarnya seorang yang penakut dan tidak percaya diri bila diminta untuk tampil di depan, ini adalah bawaan karakter penulis, yang terbiasa di keluarga besar jarang sekali diminta pendapat, atau memimpin doa apabila mau makan. Penulis hanyalah seseorang pengekor yang keberadaannya selalu di barisan belakang, tidak pernah tampil di depan, maklumlah anak paling kecil, selalu dianggap kecil sampai tua-pun tetap dianggap masih kecil. Waktu terus berjalan, akhirnya karena berkaitan dengan karir pekerjaan, penulis-pun menyesuaikan diri untuk “sering” tampil di barisan depan, yaaah mana mungkin pada saat mengajar dosennya ada di belakang mahasiswa terus. Apa kata dunia?… Akhirnya karena terbiasa dan terpaksa penulis-pun jadi berani tampil di depan, bahkan dalam acara apapun terkadang diminta secara spontan untuk tampil di depan, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, diberani-beraniin saja atau modal nekat deh, sekarang sih mikirnya, masa cuman ngomong saja di depan takut sudah gak jaman tuh, kalau seandainya gugup datang menghampiri,  tinggal tarik nafas perlahan-lahan, atau pasang senyum sambil mikir di otak kata-kata apalagi yang akan disampaikan, dan jangan lupa pegang pulpen untuk mengalihkan kegugupan.
 Dan beruntunglah bagi orang-orang yang diberikan talenta bisa tampil di depan,  serta mampu berimpovisasi secara memukau tanpa bantuan teks berlembar-lembar di tangan, ini memang sudah bakat, seperti Presiden pertama kita Soekarno, seorang yang mempunyai karisma, talenta dan bakat dalam berpidato, dan khalayak umum yang mendengar seperti tersihir oleh karisma Beliau dalam menyampaikan pesan verbal maupun non-verbal.
Ternyata ketrampilan berbicara di depan ada ilmunya, yaitu yang disebut  retorika  atau public speaking.  Public speaking dapat dipelajari di bangku kuliah atau  bisa  mengikuti pelatihan tentang public speaking  yang dibimbing oleh ahlinya, ataupun bisa secara latihan terus menerus. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan presentasi, untuk dapat meningkatkan kredibilitas  di depan orang banyak  sebagai berikut (pengalaman pribadi nih…heheheh).

Langkah Pertama
Persiapan materi presentasi
1.   Akan menampilkan  materi presentasi yang mudah dipahami, menarik serta jelas, sehingga  orang lain akan tetap bersedia mendengar dan memperhatikan bahkan minat untuk bertanya.
2.   Dalam presentasi, sangat penting bahwa isi yang disampaikan dapat dipahami  oleh pendengar.
3.   Pada slide terakhir, akan  diulang kembali bagian-bagian penting yang perlu disampaikan, seperti intisari dan harapan presentasi.

Langkah Kedua 
Persiapan menjelang presentasi
1.   Berlatih terlebih dahulu minimal 2 (dua) hari sebelum presentasi untuk  membiasakan diri,  serta untuk menumbuhkan keberanian dengan presentasi berulang kali baik  di depan cermin.
2.   Akan berlatih pengucapan, misalnya tidak berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat serta dapat didengar jelas.
3.   Membuat key card, untuk menunjang penjelasan isi presentasi.

Langkah Ketiga
Pada saat presentasi
1.   Akan datang lebih cepat dari waktu yang ditetapkan untuk presentasi serta mempersiapkan materi presentasi, serta mengecek alat presentasi seperti in focus, laptop dan layar. Apabila ada yang tidak benar, maka masih ada waktu untuk memperbaiki.
2.   Akan memperhatikan waktu dalam menyampaikan presentasi  sesuai
arahan moderator atau pengatur acara.
3.   Sebelum memulai berdoa terlebih dahulu, agar tenang dan tidak gugup, serta apa yang akan disampaikan bisa diterima  dengan baik oleh khalayak umum.

Bagi penulis tampil di depan umum, diumpamakan akan pergi perang, tentu ada yang bertanya kenapa bisa begitu?, kalau pergi perang tentu harus ada senjatanya, apabila tanpa persiapan menyediakan senjata, sama saja  mau minta dibunuh lawan. Begitu juga apabila kita akan presentasi, kalau tidak mau mempersiapkan diri, maka akan menanggung malu atau kalau berhubungan dengan proyek pasti gagal. Sehebat-hebatnya orang dalam presentasi tetap harus mempersiapkan semuanya dengan teliti, baik lahir maupun batinnya, jangan lupa ikutin ketiga langkah seperti di atas.

So,… apalagi yang harus ditakutin, kalau kita sudah mempersiapkan diri untuk presentasi, ayo maju.


*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Number visiter