ULASAN POLITIK
PIDATO POLITIKUS
(Verbal dan Non-Verbal)
Dalam dunia politik dikenal siapa
saja yang piawai dalam berpidato, sebut saja mulai nama Soekarno, JF Kennedy,
Ronald Reagan, dan Bung Tomo. Seandainya
ditanyakan dalam ujian, pasti penulis dapat
nilai 100, itupun bila hanya diminta 4 nama saja, karena yah memang kenyataan
hanya ingat empat orang besar tersebut
kalau ditanyakan soal siapa yang piawai dalam pidato.
Berdasarkan data yang di dapat dari
internet, ternyata apa yang penulis sampaikan di atas itu sama, bahkan
urutannya juga sama, hanya di internet tertulis enam pidato yang berhasil
menggubah dunia, sebagai berikut:
6 Pidato ini Berhasil
Mengubah Dunia
6 Pidato ini Berhasil Mengubah Dunia – Salah satu keahlian yang sebaiknya dimiliki oleh
seorang pemimpin adalah keahlian dalam mengemukakan visi dan misi sekaligus
memotivasi orang banyak dan para pengikutnya. Dan itu dapat dilakukan dengan
cara berpidato, dengan cara berpidato inilah tokoh tokoh dunia mengeluarkan
sebuah pernyataan yang ternyata pernyataan tersebut tetap diingat, dikenal dan
dikenang hingga sekarang. Bahkan sebuah pidato yang mereka lontarkan effeknya
dapat mengubah dunia. Berikut ini 7 pidato yang berhasil mengubah dunia
1. Ir. Soekarno
Bapak proklamator dan presiden republic
Indonesia yang pertama Ir. Soekarno adalah salah satu tokoh yang berpengaruh
besar di dunia internasional. Pria yang lahir pada tanggal 6 juni 1901 ini
adalah salah satu orang yang memegang peranan penting untuk memerdekakan bangsa
Indonesia dari penjajahan belanda sekaligus yang pertama kali mencetuskan
konsep mengenai dasar Negara Indonesia dan menamainya pancasila.
Sebagai presiden pertama republic
Indonesia, soekarno merupakan sosok karismatik. Melalui pidato dan pemikiran
pemikirannya yang brilian, salah satu pemikirannya yang mengubah dunia adalah
mengenai aspek anti kolonialisme dan anti emprialisme. Karena itulah pada
tanggal 17 mei 1956 presiden soekarno mendapat kehormatan untuk menyampaikan
pidato didepan kongres amerika serikat dalam rangka kunjungan resminya ke
Negara tersebut.Didalam pidatonya, soekarno berkata:
“Perjuangan dan pengorbanan yang telah
kami lakukan demi pembebesan rakyat kami dari belenggu kolonialisme telah
berlangsung dari generasi ke generasi selama berabad abad tetapi perjuangan itu
belum selesai..”
Bagaimana perjuangan itu dikatakan belum selesai jika jutaan
manusia di asia maupun di afrika masih berada di dominasi colonial, masih belum
bisa menikmati kemerdekaan. Meskipun pidato tersebut dengan keras ditentang
oleh kolonialisme dan imperealisme serta cukup kritis dari Negara Negara barat,
soekarno tetap mendapat sambutan luar biasa dari amerika serikat.
Namun yang lebih menarik lagi pidato
tersebut menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap sikap bungkarno .
2. John F Kennedy
2. John F Kennedy
Pidato yang mengubah dunia yang kedua
dibuka dari pidato yang disampaikan oleh presiden ke 35 amerika serikat john f
kennedy. Sosok kennedy dikenal bukan hanya karena ia presiden termuda kedua
amerika, namun dengan pidatonya yang dikenal dan dikenang oleh masyarakat
dunia. Ketika dilantik menjadi presiden ke 35 pada bulan januari pada 1961
yaitu
“jangan Tanya apa yang dapat diperbuat
oleh Negara kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang kau buat bagi Negara”
Pernyataan asli dari pidato ini pertama kali dikumandangkan
oleh markus sifero yang hidup dari tahun 106 tahun sebelum masehi sampai dengan
tahun 164 sebelum masehi. Pernyataan kennedy yang mengutip pernyataan sifero
itu mendapat kritikan dikemudian hari. Karena yang ditakutkan adalah efek
pidato tersebut adalah hilangnya peran serta eksistensi individu dalam Negara
dalam paham totalian integralistik. Yaitu seolah warga Negara hanya tunduk dan
patuh tanpa sikap kritis pada pelanggaran hukum dan konstitusi yang sebenarnya
menjadi kontrak social individu dan Negara.
Sayangnya disaat kennedy menjabat sebagai presiden ia tewas
tertembak saat berusia 46 tahun dan anehnya sifero orang yang pidatonya dikutip
oleh kennedy juga tewas secara tragis dengan cara dibunuh.
3. Ronald Reagan
Satu lagi pidato dari presiden amerika
yang cukup mengguncang dunia adalah pidato yang dikumandangkan oleh presiden
Ronald reagan. Reagen yang mengawali karir sebagai aktor ini adalah presiden ke
40 amerika sekaligus presiden terpilih tertua. Ia terpilih saat usianya 69
tahun. seperti kebanyakan politisi yang sukses, Ronald reagen merasa perlu
memiliki panggung yang besar. Pidato pidato yang dilontarkan oleh reagen
terkesan kalem yang ditunjang dengan bahasa yang kuat sehingga dirinya dijuluki
komunikator besar.
Salah satu pidato reagen yang akan terus diingat adalah
ketika ia berpidato tentang tembok berlin dan menentang pemimpin uni soviet
Michael gorbachev.
“Jika anda mencari kebebaan, kemarilah ke
gerbang ini. tuan gorbachev… buka gerbang ini!!
Tuan gorbachev … Runtuhkan tembok ini ! !”.
Bagi sejumlah sejarawan, seluruh ciri itu tidak akan berarti tanpa kegairahannya yang dicurahkan untuk amerika dan kepercayaan pribadi yang kuat. Sementara disisi lain para pendukung reagen memujinya dan menganggap reagen telah berhasil memenangkan perang dingin.
Bagi sejumlah sejarawan, seluruh ciri itu tidak akan berarti tanpa kegairahannya yang dicurahkan untuk amerika dan kepercayaan pribadi yang kuat. Sementara disisi lain para pendukung reagen memujinya dan menganggap reagen telah berhasil memenangkan perang dingin.
4. Bung Tomo
Soetomo atau lebih dikenal dengan
sebutan bung tomo adalah seorang pahlawan yang dikenal karna peranannya yang
membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajahan belanda
melalui tentaranya. Bung tomo mempunyai kepribadian ulet, pekerja keras dan
mempunyai daya juang sangat tinggi. Bahkan disaat usianya sangat muda, ia
bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan social.
Ditahun 1944 ia menjadi anggota gerakan baru dan sejak
kedatangan sekutu dan pasukan mika di surabaya bung tomo berjuang mati matian
mempertahankan surabaya dari cengkraman sekutu dan mika. Namun ada satu hal
yang tidak akan dilupakan oleh rakyat indoneia, yaitu isi pidatonya yang
menggerakkan dan membangkitkan rakyat surabaya.
Dan pidato tersebut adalah “Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar benar orang yang ingin
merdeka. Dan untuk kita saudara saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada
tidak merdeka. Semboyan kita tetap merdeka atau mati.”
Dengan pidatonya ini bung tomo membakar semangat pejuang
untuk bertempur habis habisan melawan pasukan sekutu sampai titik darah
penghabisan. mempertahankan harga diri, tanah air dan bangsa. Meskipun kekuatan
pejuang tidak seimbang, namun peristiwa 10 november tercatat sebagai peristiwa
penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
Bung tomo sendiri meninggal dunia pada 7 oktober 1981 di
padang arafa saat menunaikan ibadah haji. Dan pada 10 november 2008 pemerintah
indonesia memberi gelar pahlawan kepada bung tomo tepat pada peringatan hari
pahlawan 10 november.
5. Sir Winston Churchill
Beralih ke pidato selanjutnya yaitu
datang dari tokoh politik, pengarang dan dikenal sebagai perdana mentri
Britania raya. Pada masa perang dunia kedua, sir Winston Churchill pernanannya
sebagai ahli strategi, orator, diplomat dan politisi terkemuka menjadikan
Churchill salah satu dari tokoh yang berpengaruh dalam sejarah dunia. Bahkan
ditahun 1953, Churchill memperoleh gelar nobel di bidang literature karena
sumbangan yang ia berikan dalam buku buku karangannya mengenai bahasa inggris
dan sejarah dunia.
Sebuah pidato yang cukup fenomenal pernah dilontarkan
Churchill di majelis London saat dirinnya baru saja dilantik menjadi perdana
menteri.
“Saya tidak bisa memberikan apa apa
kecuali darah, perjuangan, air mata dan keringat. “
Ucapan Churchill yang pertama pada masa itu merupakan sumber
inspirasi penting bagi pihak inggris yang sangat tertekan dengan perang dunia
kedua. Peranan Churchill pada perang dunia kedua memang tidak dapat disangkal.
Ia sendiri memiliki banyak musuh di negerinya. Namun meski dia dikalahkan
partai buruh pada 1951 tetapi Churchill tetap menjabat sebagai perdana menteri.
Dan pada tahun 1953 ia mendapat gelar kehormatan sir sehingga namanya menjadi
sir Winston Churchill.
6. Franklin D. Roosevelt
Selanjutnya adalah pidato dari franklin
Delano Roosevelt atau yang lebih dikenal dengan franklin D roosavelt. Pria yang
lahir di new york 30 januari 1882 ini merupakan presiden ke 32 amerika serikat
dan merupakan satu satunya presiden yang terpilih selama empat kali dalam masa
jabatan dari masa jabatan 1933 hingga tahun 1945. Ia juga merupakan tokoh di
abad 20 yang menempati urutan ketiga dalam sejarah kepresidenan amerika serikat.
Salah satu pencapaian roosavelt yang terkenal adalah membantu
amerika serikat memulihkan diri dari masa depresi hebat. Karena pada masa itu
lebih dari 13 juta masyarakat amerika tidak memiliki pekerjaan dan susunan
perbankan tidak menentu. Dan ketika dirinya dilantik menjadi presiden untuk
pertama kalinya di tahun 1933 ia memberikan harapan kepada rakyat amerika dan
berjanji akan mengambil tindakan tegas dan cepat.
“Satu satunya hal yang kita takuti adalah
rasa takut itu sendiri !”
Apa yang dikatakan di pidatonya tersebut benar benar
diwujudkan Roosavelt. Ia melancarkan sebuah program yang dikenal dengan nama
unil. Melalui program ini roosavel menggunakan dana pemerintah federal untuk
menciptakan sekian banyak proyek pemerintah yang bertujuan untuk membuka jutaan
lapangan untuk membantu rakyatnya yang sulit mendapatkan kerja dan sulit
mendapatkan makan.
Demikian 6 Pidato yang Berhasil Mengubah
Dunia dari beberapa pemimpin yang ada di dunia.
Sumber: http://www.asliindonesia.net/2015/05/6-pidato-ini-berhasil-mengubah-dunia.html.
Diakses online pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017, pada Pukul 12.55 WIB)
Di atas adalah pidato politikus pada
masanya, dan sebagai titik awal panutan serta contoh dalam pembelajaran
perkembangan pidato ke depannya. Pengertian pidato itu sendiri merupakan
tampilan berbicara di depan khalayak umum, contonya seperti pidato kenegaraan
yang sering dilakukan oleh seorang presiden dalam menyambut hari-hari nasional
atau hari-hari kenegaraan.
Jaman sekarang para politisi
banyak yang pandai berpidato, tetapi action-nya nol. Bahkan para
politisi belajar berpidato agar bisa mempengaruhi khalayak luas, belajar
berpidato artinya si politikus menyampaikan pidato akan dalam bentuk komunikasi
verbal (berkomunikasi langsung dengan mengeluarkan suara) dan non-verbal
(berkomunikasi lewat ekspresi dan gerakan tubuh). Politisi dan tokoh-tokoh
masyarakat yang sering berpidato, bahkan diminta untuk bekerja secara nyata,
dan diharapkan jangan hanya pintar
berpidato saja di berbagai forum, karena pidato tidak bisa menyelesaikan
masalah. Terkadang para politisi
berpidato hanya untuk kepentingan pribadinya sendiri dan kepentingan
golongannya.
Contoh analisis pidato pada masa sekarang, yang penulis dengar dan
lihat di Youtube (diakses online pada tanggal 25 Oktober 2017 Pukul. 18.00 WIB),
yaitu Pidato
Politik Pertama Erdogan sebagai Presiden Terpilih Turki. di sini dipilih di
negara Turki, sebagai tebang pilih, bukan penulis tidak mendapatkan contoh yang
baik bagi seorang presiden berpidato di Indonesia. Hanya menghindari dari
prasangka saja. Di Indonesia ini gudangnya para politikus yang hebat dalam
berpidato secara verbal dan non-verbal, yah bisa dikatakan gudangnya, karena
adanya maha guru pidato yaitu Soekarno, figure seorang politikus handal.
Contoh Analisis Pidato
Presiden terpilih di Turki
· Recep Tayyip Erdogan adalah seorang
presiden terpilih di Turki. Beliau terkenal sukses mengangkat perekonomian
Turki. Ketika krisis ekonomi mendera Turki pada 1990an, negeri tersebut terpuruk
ke dalam jurang kebangkrutan. Ketika penulis melihat dan mendengar dari youtube pidato Presiden Recep Tayyip
Erdogan di Istanbul, penulis kagum dan suka karena beliau adalah sosok tokoh
yang cukup penting di Turki.
· Menurut penulis, Pidato Presiden
Erdogan sangat menarik dan bagus, karena dalam pidatonya bukan hanya terdapat
komunikasi verbal tetapi juga terdapat komunikasi non-verbal. Berbicara
mengenai komunikasi verbal, Presiden Erdogan menggunakan kata – kata yang mudah
dimengerti oleh rakyat Turki. sebagai contoh : “Ini bukan hanya Recep Tayyip Erdogan yang menang. Hari ini, negara
telah menang sekali lagi. Hari ini, demokrasi telah menang”. Suara Erdogan
sangat tegas, berwibawa, berkarisma dengan kata kata yang terdengar menarik dan
jelas.
· Dalam pidatonya, Erdogan meminta
lawan politik yang menyebutnya diktator untuk mempertanyakan diri sendiri dalam
mengkritisinya. Dia mendesak kubu yang berseberangan dengannya, untuk mengkaji-ulang
kebijakan politik mereka, untuk bersama-sama dengan dia mewujudkan Turki Baru
yang ideal. Gerak atau gestur tubuh Erdogan pada saat membawakan pidato itu
berdiri tegak dan berwajah tenang.
· Pandangan matanya tertuju kepada para
ribuan pendukungnya ke segala arah.
Serta mimik wajahnya yang berekspresif dan berwibawa. Beliau juga menggunakan
tangan nya sebagai sinyal dalam berpidato.
(sumber: youtube pidato Presiden Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, diakses
online pada tanggal 15 Oktober 2017 Pukul 14.00 WIB).
Memang suara Erdogan sangat tegas,
berwibawa, dan berkarisma dengan kata kata yang terdengar menarik serta jelas. Erdogan
seperti dilahirkan untuk memimpin rakyat Turki, dengan kepiawaiannya
menundukkan hati dan menggerakkan rakyatnya untuk maju bersamanya.
Kalau berbicara tentang siapa yang
berpidato paling piawai, pasti kita akan ingat Bung Karno, yang tidak akan
tergantikan oleh siapapun keahliannya dalam berpidato. Walaupun muncul
politikus-politikus yang piawai juga dalam berpidato. Tetapi sosok Bung Karno
memang berkarisma, menebarkan aura berwibawa, dibalut kepintarannya serta
diramu kecintaannya bagi Bangsa dan Negara Indonesia. Beruntunglah Indonesia
memiliki Soekarno, yang akhirnya sebagai orator, panutan, pembawa ilham atau
sebagai maha guru pidato yang diakui
keberadaannya di seluruh dunia. Semoga di Indonesia banyak lahir Soekarno-Soekarno
kecil yang mempunyai rasa cinta dan kepintaran serta berkarisma, yang akan
dipersembahkan untuk Bumi Pertiwi.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar