CERITA TENTANG IBU
Apabila ada
pertanyaan tentang, siapakah pribadi yang membuat anda menjadi terbentuk
seperti ini? Maka akan terlintaslah gambaran
individu yang akan menjadi contoh, atau orang yang mempunyai pengaruh dalam
hidup kita, serta memiliki kualitas komunikasi yang baik adalah
seorang Ibu. Di
sini akan dibatasi yang dimaksud adalah ibu penulis, untuk pembaca silahkan
berandai-andai menceritakan ibunya masing-masing.
Cerita tentang
seorang Ibu tiada habisnya, seperti lautan yang tidak pernah kering, walaupun
ditempa terik sinar matahari setiap waktu. Ada pepatah
yang mengatakan kasih ibu tidak beruas, apabila dibandingkan dengan seorang
ayah, maka kasih ayah beruas seperti bambu ada batasnya. Beruntunglah kita
apabila mempunyai orang tua yang benar-benar mencintai kita tanpa batas.
Seorang Ibu
akan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dalam beberapa aspek, seperti:
1.
Mendengarkan
Ibu sebagai sebagai pendengar
yang baik,
serta menyenangkan untuk keluarga,
saudara, teman, kerabat dan orang lain yang ditemuinya. Karena Ibu penulis orangnya cepat menerima, memahami,
serta merespon dengan cepat.
Contohnya:
·
Kadang-kadang
penulis dan kakak tidak bertemu dengan Ibu satu hari atau lebih, misalnya
karena Ibu bertugas ke luar kota. Ketika bertemu dengan Ibu, penulis dan kakak
berdua saling berebutan mencari perhatian dan mencurahkan uneg-uneg yang
tertahan semuanya, hasilnya dengan sabar serta tekun Ibu mau mendengarkan, walau
penulis melihat Ibu dalam kondisi lelah pulang dari luar kota. Ataupun pada
saat banyak kerjaanpun Ibu tetap meluangkan waktu untuk mendengarkan keluhan,
bahkan kadang-kadang Ibu menghentikan pekerjaannya saat itu demi mendengarkan
curhat kami berdua.
·
Ketika penulis
cerita tentang Ibu yang sering meluangkan waktu untuk mendengarkan semua
keluhan ataupun sukacita, ke saudara sepupu atau teman-teman yang lain, mereka
sering berkata “Wah, lu beruntung sekali
punya Ibu sebagai teman curhat yang mau mendengarkan dan memberikan solusi,
kadang bisa jadi teman ataupun jadi kakak tuh Ibu, gua iri banget sama lu”.
·
Bahkan saudara
sepupu yang merupakan keponakan dari Ibu, kadang datang ke rumah hanya sekedar
ingin curhat juga ke Ibu. Dengan orang lainpun sama, penulis sering melihat Ibu
sebagai pendengar yang baik.
2.
Tutur
Kata
Bertutur
kata dengan beretika dan hormat
pada semua orang.
·
Ibu
sering bertemu dengan orang lain yang tidak dikenal, yang
kemudian akhirnya bisa mengobrol dengan orang yang baru
ditemuinya seperti saat berada di mana
saja, bisa dalam perjalanan di angkutan umum, baik dengan supir angkutan umum,
ataupun dengan penumpang lainnya, bisa juga di kereta api, pada saat sedang
wisata, ataupun ketika menghadapi preman terminal bisa diatasi, ada saja yang
dibicarakan dengan tutur kata yang sopan, hormat dengan suara ke-ibuannya serta suasana
yang nyantai membuat orang lain menjadi luluh hatinya ketika Ibu sudah mulai
bertutur kata.
3. Citra Diri Positif
· Dengan mampu bertutur kata yang sopan, menghormati,
menghargai dan lembut terhadap siapapun, penulis melihatnya Ibu dapat
memposisikan diri sesuai
tempat di mana ia berada,
dan dengan orang-orang disekitarnya.
Nampaknya di mata orang lain, Citra diri Ibu seperti dipandang memancarkan citranya
secara positif, berwibawa, bersahabat, tidak merendahkan orang lain sehingga dapat mempengaruhi suasana yang biasa menjadi
luar biasa, pokoknya menyejukkan hati.
Ketiga hal seperti mendengarkan, bertutur kata yang
santun serta mempunyai citra diri yang positif, menjadikan penulis terbayang dan akan selalu ingat serta mengikuti jejak
sang Ibu. Bagaimana dengan anda?..
Ayook ceritakan tentang cerita Ibu, yang pastinya tidak akan habis cerita
tersebut, dan cerita tersebut pasti akan indah sekali. Buktinya begitu banyak
penyair ataupun pencipta lagu yang selalu membuat, dan menyanyikan lagu tentang
ibu sambil bertetesan air mata. Semua orang punya cerita tentang ibu-nya
masing-masing, karena kita semua sangat sayang dengan ibu. Dan
berbahagialah kita yang masih diberi
kesempatan dalam hal waktu, untuk masih bisa menjalin kasih kebersamaan dengan
seorang ibu, dalam mencurahkan rasa terima kasih dan kasih
sayang. Karena masih banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan curahan
rasa kasih ibu, karena bisa saja ibu-nya sudah meninggal, ataupun ibunya
menderita sakit parah. Semoga dengan cerita tentang ibu-nya penulis, dapat
membuka pikiran dan hati bagi anak yang tidak peduli dengan ibu-nya. Bahwa
seorang ibu tidak dapat dibandingkan dengan segala apapun yang ada di dunia
ini, harta benda yang sudah diperjuangkan seorang anak, tidak akan terlalu
berarti apabila seorang ibu sudah tiada.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar