Social Icons

Sabtu, 28 Oktober 2017

STORY ABOUT MOTHER




CERITA TENTANG IBU
Apabila ada pertanyaan tentang, siapakah pribadi yang membuat anda menjadi terbentuk seperti ini? Maka  akan terlintaslah gambaran individu yang akan menjadi contoh, atau orang yang mempunyai pengaruh dalam hidup kita, serta memiliki kualitas komunikasi yang baik adalah  seorang Ibu. Di sini akan dibatasi yang dimaksud adalah ibu penulis, untuk pembaca silahkan berandai-andai menceritakan ibunya masing-masing.
Cerita tentang seorang Ibu tiada habisnya, seperti lautan yang tidak pernah kering, walaupun ditempa terik sinar matahari setiap waktu. Ada pepatah yang mengatakan kasih ibu tidak beruas, apabila dibandingkan dengan seorang ayah, maka kasih ayah beruas seperti bambu ada batasnya. Beruntunglah kita apabila mempunyai orang tua yang benar-benar mencintai kita tanpa batas.
Seorang Ibu akan  memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik  dalam beberapa aspek, seperti:

1.    Mendengarkan
Ibu sebagai sebagai pendengar yang baik, serta menyenangkan untuk keluarga, saudara, teman, kerabat dan orang lain yang ditemuinya. Karena Ibu penulis orangnya cepat menerima, memahami, serta merespon dengan cepat.
Contohnya:
·       Kadang-kadang penulis dan kakak tidak bertemu dengan Ibu satu hari atau lebih, misalnya karena Ibu bertugas ke luar kota. Ketika bertemu dengan Ibu, penulis dan kakak berdua saling berebutan mencari perhatian dan mencurahkan uneg-uneg yang tertahan semuanya, hasilnya dengan sabar serta tekun Ibu mau mendengarkan, walau penulis melihat Ibu dalam kondisi lelah pulang dari luar kota. Ataupun pada saat banyak kerjaanpun Ibu tetap meluangkan waktu untuk mendengarkan keluhan, bahkan kadang-kadang Ibu menghentikan pekerjaannya saat itu demi mendengarkan curhat kami berdua.
·       Ketika penulis cerita tentang Ibu yang sering meluangkan waktu untuk mendengarkan semua keluhan ataupun sukacita, ke saudara sepupu atau teman-teman yang lain, mereka sering berkata “Wah, lu beruntung sekali punya Ibu sebagai teman curhat yang mau mendengarkan dan memberikan solusi, kadang bisa jadi teman ataupun jadi kakak tuh Ibu, gua iri banget sama lu”.
·       Bahkan saudara sepupu yang merupakan keponakan dari Ibu, kadang datang ke rumah hanya sekedar ingin curhat juga ke Ibu. Dengan orang lainpun sama, penulis sering melihat Ibu sebagai pendengar yang baik.

2.    Tutur Kata
Bertutur kata dengan beretika dan hormat pada semua orang.
·       Ibu sering bertemu dengan orang lain yang tidak dikenal, yang kemudian akhirnya bisa mengobrol dengan orang yang baru ditemuinya seperti saat berada di mana saja, bisa dalam perjalanan di angkutan umum, baik dengan supir angkutan umum, ataupun dengan penumpang lainnya, bisa juga di kereta api, pada saat sedang wisata, ataupun ketika menghadapi preman terminal bisa diatasi, ada saja yang dibicarakan dengan tutur kata yang sopan, hormat dengan suara ke-ibuannya serta suasana yang nyantai membuat orang lain menjadi luluh hatinya ketika Ibu sudah mulai bertutur kata.

3.    Citra Diri Positif
·       Dengan mampu bertutur kata yang sopan, menghormati, menghargai dan lembut terhadap siapapun, penulis melihatnya Ibu dapat memposisikan diri sesuai tempat di mana ia berada, dan dengan orang-orang disekitarnya. Nampaknya di mata orang lain, Citra diri Ibu seperti dipandang memancarkan citranya secara positif, berwibawa, bersahabat, tidak merendahkan orang lain sehingga  dapat mempengaruhi suasana yang biasa menjadi luar biasa, pokoknya menyejukkan hati.

Ketiga hal seperti mendengarkan, bertutur kata yang santun serta mempunyai citra diri yang positif, menjadikan penulis terbayang  dan akan selalu ingat serta mengikuti jejak sang Ibu. Bagaimana dengan anda?..
Ayook ceritakan tentang cerita  Ibu, yang pastinya tidak akan habis cerita tersebut, dan cerita tersebut pasti akan indah sekali. Buktinya begitu banyak penyair ataupun pencipta lagu yang selalu membuat, dan menyanyikan lagu tentang ibu sambil bertetesan air mata. Semua orang punya cerita tentang ibu-nya masing-masing, karena kita semua sangat sayang dengan ibu. Dan berbahagialah  kita yang masih diberi kesempatan dalam hal waktu, untuk masih bisa menjalin kasih kebersamaan dengan seorang ibu,  dalam  mencurahkan rasa terima kasih dan kasih sayang. Karena masih banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan curahan rasa kasih ibu, karena bisa saja ibu-nya sudah meninggal, ataupun ibunya menderita sakit parah. Semoga dengan cerita tentang ibu-nya penulis, dapat membuka pikiran dan hati bagi anak yang tidak peduli dengan ibu-nya. Bahwa seorang ibu tidak dapat dibandingkan dengan segala apapun yang ada di dunia ini, harta benda yang sudah diperjuangkan seorang anak, tidak akan terlalu berarti apabila seorang ibu sudah tiada.



                                             ***** 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Number visiter