SELF CONTROL”
PENGENDALIAN
DIRI
Apa sih yang dimaksud dengan pengendalian diri (self control)?
Menurut Larry seorang ahli psikolog (dalam
R.S Satmoko, 1986:130) mengungkapkan bahwa Pengendalian diri adalah kemampuan
mengenali emosi dirinya dan orang lain. Baik itu perasaan bahagia, sedih,
marah, senang, takut, dan sebagainya, mengelola emosi, baik itu menangani
perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan pas, kemampuan untuk menghibur
diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan, atau ketersinggungan,
mengendalikan dorongan hati memotivasi diri sendiri, dan memahami orang lain
secara bijaksana dalam hubungan antar manusia.
Kita dapat
mengetahui pengendalian diri dari seseorang, baik pengendalian diri dari hal yang
buruk ataupun yang baik. Seseorang mampu untuk mengendalikan dirinya agar tidak
terjerumus, terutama dalam hal bertutur kata, dapat terlihat dari kehidupannya
sehari-hari serta kepribadiannya.
Pengendalian
diri ternyata dapat dilihat dari
kehidupan seseorang dalam menjalankan
kehidupan
sehari-hari,
mempunyai keinginan yang tinggi agar pada diri orang tersebut dapat tercapai
keinginan dalam hidupnya. Antara lain :
1.Suka
bekerja keras.
2.Memiliki
inisiatif yang tinggi.
3.Selalu
berusaha untuk menemukan pemecahan masalah.
4.Selalu
mencoba untuk berpikir seefektif mungkin.
5.Selalu
mempunyai persepsi bahwa usaha harus dilakukan jika ingin berhasil.
Pengendalian
diri seseorang dapat bersal dari
luar yang menunjukkan kendali diri.
Disini dapat dilihat seseorang yang kurang mempunyai kemauan,
dalam berusaha untuk memperbaiki kegagalan
yang pernah terjadi. Antara lain:
1.Kurang
memiliki inisiatif.
2.Mempunyai
harapan bahwa ada sedikit korelasi antara usaha dan kesuksesan.
3.Kurang
suka berusaha, karena mereka percaya bahwa faktor luarlah yang mengontrol.
4.Kurang
mencari informasi untuk memecahkan masalah.
Sebenarnya berdasarkan kemampuan yang ada pada diri seseorang, orang
tersebut dapat mengendalikan dirinya, dengan mengetahui dan mengerti, apabila tidak mampu
mengendalikan dirinya, maka akan terjadi sesuatu yang kemungkinan, akan
merugikan dirinya sendiri, dan yang
kedua merugikan orang lain.
Menurut
Ronen (1993) dalam buku Psikologi
menjabarkan bahwa “kendali diri merupakan proses yang terjadi ketika dalam
situasi tanpa batasan dari lingkungan eksternal anak melakukan suatu jenis
perilaku yang sebelumnya sedikit tidak mungkin muncul dibandingkan perilaku
alternatif lainnya‟. Dapat pula diartikan sebagai proses yang dilakukan
individu atas dasar kemauan dan pemikiran yang mereka miliki.
Pengendalian
diri atau self control dapat pula
diartikan sebagai,
”perbuatan membina tekad untuk mendisiplinkan kemauan, memacu semangat,
mengikis keseganan dan mengarahkan energi untuk benar-benar melaksanakan apa
yang harus dikerjakan. Dengan memiliki pengendalian diri yang baik, individu
dapat mengoptimalkan tindakan mereka dan menahan diri untuk berbuat yang tidak
seharusnya mereka perbuat.
Bagaimana kemampuan seseorang
mempunyai ciri-ciri pengendalian
diri? Bisa dilihat di bawah ini, antara lain :
a. Kepribadian. Kepribadian mempengaruhi
control diri dalam konteks bagaimana seseorang dengan tipikal tertentu bereaksi
dengan tekanan yang dihadapinya dan berpengaruh pada hasil yang akan
diperolehnya.
b. Situasi. Situasi merupakan faktor yang
berperan penting dalam proses kontrol diri. Setiap orang mempunyai strategi
yang berbeda pada situasi tertentu, dimana strategi tersebut memiliki
karakteristik yang unik.
c. Etnis. Etnis atau budaya mempengaruhi
kontrol diri dalam bentuk keyakinan atau pemikiran, dimana setiap kebudayaan
tertentu memiliki keyakinan atau nilai yang membentuk cara seseorang
berhubungan atau bereaksi dengan lingkungan.
d. Pengalaman. Pengalaman akan membentuk
proses pembelajaran pada diri seseorang.
Pengalaman yang diperoleh dari proses pembelajaran lingkungan keluarga
juga memegang peran penting dalan kontrol diri seseorang, khususnya pada masa
anak-anak.
e. Usia. Bertambahnya usia pada dasarnya
akan diikuti dengan bertambahnya kematangan dalam berpikir dan bertindak. Hal
ini dikarenakan pengalaman hidup yang telah dilalui lebih banyak dan
bervariasi, sehingga akan sangat membantu dalam memberikan reaksi terhadap
situasi yang dihadapi.
Sumber
:
http://garasikeabadian.blogspot.co.id/2013/03/pengendalian-diri-self-control.html
Dalam
rangka mencapai tujuan,
agar kita mampu mengatasi pengendalian diri kita
sendiri, maka kita perlu belajar dan berusaha
terus-menerus, serta
mengendalikan diri dengan menunda suatu hal yang dapat menjerumuskan kita, yang akhirnya
lepas tidak terkendali.
Dengan
mengembangkan kemampuan mengendalikan diri sebaik-baiknya, kita akan menjadi
pribadi yang efektif, sehingga dapat secara konsisten merasa bahagia, bebas
dari rasa bersalah, hidup lebih konstruktif, dapat menerima diri sendiri, dan
juga diterima oleh masyarakat.
Sumber : http://atpsikologi.blogspot.co.id/2009/11/kontol-diri-atau-self-kontrol.html
Untuk belajar dalam hal pengendalian diri, kita harus memiliki
kemampuan berkomunikasi
dengan baik dalam beberapa aspek, seperti:
1.
Mendengarkan
Biasanya orang lain lebih ingin didengarkan ceritanya
daripada mendengarkan orang lain. Kebiasaan buruk tersebut seharusnya dirubah
agar terjadi komunikasi antar pribadi dapat terjalin dengan baik. Mendengarkan merupakan aktivitas komunikasi yang
sangat penting karena sangat mempengaruhi berlangsungnya komunikasi. Untuk
mengukur pentingnya mendengarkan terlihat dari tujuan mendengarkan dan manfaat
yang dapat diproleh dari mendengarkan. Jangan sampai kita lebih suka didengar
daripada mendengarkan, sebab mendengarkan
adalah pekerjaan yang tidak mudah karena banyak latar yang berbeda dalam system
komunikasi antara komunikator dan pendengarnya. Masing – masing individu
memiliki pengalaman yang berbeda, yang berarti membedakan pula cara
berkomunikasi dari masing – masing individu. Ketika komonikator dan komunikan
berasal dari budaya yang berbeda, atau berbeda dalam hal jenis kelamin, maka
reaksi alami yang terjadi akan sangat menonjol. Disinilah pentingnya bagi kita
dalam hal pengendalian diri, untuk mau dan bersedia sebagai pendengar yang
baik.
2. Tutur
Kata
●
Komunikasi Non Verbal
Sering
kita diam atau dengan ekspresi wajah tidak menyenangkan
atau tidak mengungkapkan sesuatu hal yang tidak disukai
dari orang lain. Mengubah
kebiasaan tersebut dengan memulai untuk peduli dengan saran dan kritik dari
orang lain dilanjutkan dengan mengungkapkan sesuatu hal yang tidak kita sukai dari orang lain.
Dengan begitu kita
dan orang lain dapat membentuk suatu hubungan yang baik dan saling membangun.
Karena proses pengendalian
diri dalam hal komunikasi, di mana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.
·
Komunikasi nonverbal
Dengan menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi
wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara,
gaya emosi, dan gaya berbicara. Hal tersebut dapat mencerminkan bahwa, apakah kita ini mampu
mengendalikan diri di tengah keramaian masyarakat yang heterogen, terutama
dalam pemakaian komunikasi non-verbal seperti gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi
wajah dan kontak mata yang menjengkelkan dan membuat resah kita yang tidak mengetahui maksud
komunikasi non-verbal mereka.
3. Citra Diri Positif
●
Penguasaan Diri
Mudah
marah atau emosi ketika mendengar
perkataan buruk yang ditunjukkan kepada keluarga, teman, saudara dan orang
terdekat. Dan emosi yang tidak terkendalikan
menimbulkan pertengkaran dan perkelahian dan tidak jarang berakhir dengan
perusakan serta pembunuhan.
Kita menyadari bahwa saya
mudah marah apabila mendengar perkataan buruk yang ditunjukkan kepada
orang-orang terdekat kita, Kita
menyadari hal ini tidak baik, dan harus memperbaiki
kebiasaan buruk tersebut dengan lebih sabar, serta mencari tahu dahulu kebenaran atas
perkataan tersebut,
kemudian menanggapinya dengan bijaksana dan dalam keadaan tenang. Sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik, dengan mengendalikan kemarahan atau emosi, apabila tidak adanya pengendalian diri akan membawa kehidupan
keluarga, pertemanan, pekerjaan dan sebagainya kepada kehancuran.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar