Social Icons

Minggu, 29 Oktober 2017

self control






SELF CONTROL
PENGENDALIAN DIRI


Apa sih yang dimaksud dengan pengendalian diri (self control)?

Menurut Larry seorang ahli psikolog (dalam R.S Satmoko, 1986:130) mengungkapkan bahwa Pengendalian diri adalah kemampuan mengenali emosi dirinya dan orang lain. Baik itu perasaan bahagia, sedih, marah, senang, takut, dan sebagainya, mengelola emosi, baik itu menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan pas, kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan, atau ketersinggungan, mengendalikan dorongan hati memotivasi diri sendiri, dan memahami orang lain secara bijaksana dalam hubungan antar manusia.

Kita dapat  mengetahui pengendalian diri dari seseorang, baik pengendalian diri dari hal yang buruk ataupun yang baik. Seseorang mampu untuk mengendalikan dirinya agar tidak terjerumus, terutama dalam hal bertutur kata, dapat terlihat dari kehidupannya sehari-hari serta kepribadiannya.

Pengendalian diri ternyata dapat dilihat dari kehidupan seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, mempunyai keinginan yang tinggi agar pada diri orang tersebut dapat tercapai keinginan dalam hidupnya. Antara lain :

1.Suka bekerja keras.

2.Memiliki inisiatif yang tinggi.

3.Selalu berusaha untuk menemukan pemecahan masalah.

4.Selalu mencoba untuk berpikir seefektif mungkin.

5.Selalu mempunyai persepsi bahwa usaha harus dilakukan jika ingin berhasil.

Pengendalian diri seseorang dapat bersal dari luar yang menunjukkan kendali diri. Disini dapat dilihat seseorang yang kurang mempunyai  kemauan, dalam berusaha untuk memperbaiki kegagalan yang pernah terjadi. Antara lain:

1.Kurang memiliki inisiatif.

2.Mempunyai harapan bahwa ada sedikit korelasi antara usaha dan kesuksesan.

3.Kurang suka berusaha, karena mereka percaya bahwa faktor luarlah yang mengontrol.

4.Kurang mencari informasi untuk memecahkan masalah.

Sebenarnya  berdasarkan  kemampuan yang ada pada diri seseorang, orang tersebut dapat mengendalikan dirinya, dengan mengetahui  dan mengerti, apabila tidak mampu mengendalikan dirinya, maka akan terjadi sesuatu yang kemungkinan, akan merugikan  dirinya sendiri, dan yang kedua merugikan orang lain.

Menurut Ronen (1993) dalam buku Psikologi menjabarkan bahwa “kendali diri merupakan proses yang terjadi ketika dalam situasi tanpa batasan dari lingkungan eksternal anak melakukan suatu jenis perilaku yang sebelumnya sedikit tidak mungkin muncul dibandingkan perilaku alternatif lainnya‟. Dapat pula diartikan sebagai proses yang dilakukan individu atas dasar kemauan dan pemikiran yang mereka miliki.

Pengendalian diri atau self control dapat pula diartikan sebagai, ”perbuatan membina tekad untuk mendisiplinkan kemauan, memacu semangat, mengikis keseganan dan mengarahkan energi untuk benar-benar melaksanakan apa yang harus dikerjakan. Dengan memiliki pengendalian diri yang baik, individu dapat mengoptimalkan tindakan mereka dan menahan diri untuk berbuat yang tidak seharusnya mereka perbuat.

Bagaimana kemampuan seseorang mempunyai ciri-ciri pengendalian diri? Bisa dilihat di bawah ini, antara lain :

a.       Kepribadian. Kepribadian mempengaruhi control diri dalam konteks bagaimana seseorang dengan tipikal tertentu bereaksi dengan tekanan yang dihadapinya dan berpengaruh pada hasil yang akan diperolehnya.

b.      Situasi. Situasi merupakan faktor yang berperan penting dalam proses kontrol diri. Setiap orang mempunyai strategi yang berbeda pada situasi tertentu, dimana strategi tersebut memiliki karakteristik yang unik.

c.       Etnis. Etnis atau budaya mempengaruhi kontrol diri dalam bentuk keyakinan atau pemikiran, dimana setiap kebudayaan tertentu memiliki keyakinan atau nilai yang membentuk cara seseorang berhubungan atau bereaksi dengan lingkungan.

d.      Pengalaman. Pengalaman akan membentuk proses pembelajaran pada diri seseorang.  Pengalaman yang diperoleh dari proses pembelajaran lingkungan keluarga juga memegang peran penting dalan kontrol diri seseorang, khususnya pada masa anak-anak.

e.       Usia. Bertambahnya usia pada dasarnya akan diikuti dengan bertambahnya kematangan dalam berpikir dan bertindak. Hal ini dikarenakan pengalaman hidup yang telah dilalui lebih banyak dan bervariasi, sehingga akan sangat membantu dalam memberikan reaksi terhadap situasi yang dihadapi.

Sumber : http://garasikeabadian.blogspot.co.id/2013/03/pengendalian-diri-self-control.html

Dalam rangka mencapai tujuan, agar kita mampu mengatasi pengendalian diri kita sendiri, maka kita perlu belajar dan berusaha terus-menerus, serta mengendalikan diri dengan menunda  suatu hal yang dapat menjerumuskan kita, yang akhirnya lepas tidak terkendali.

Dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan diri sebaik-baiknya, kita akan menjadi pribadi yang efektif, sehingga dapat secara konsisten merasa bahagia, bebas dari rasa bersalah, hidup lebih konstruktif, dapat menerima diri sendiri, dan juga diterima oleh masyarakat.

Sumber : http://atpsikologi.blogspot.co.id/2009/11/kontol-diri-atau-self-kontrol.html

Untuk belajar dalam hal pengendalian diri, kita harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik  dalam beberapa aspek, seperti:

1.    Mendengarkan

Biasanya orang lain lebih ingin didengarkan ceritanya daripada mendengarkan orang lain. Kebiasaan buruk tersebut seharusnya dirubah agar terjadi komunikasi antar pribadi dapat terjalin dengan baik. Mendengarkan merupakan aktivitas komunikasi yang sangat penting karena sangat mempengaruhi berlangsungnya komunikasi. Untuk mengukur pentingnya mendengarkan terlihat dari tujuan mendengarkan dan manfaat yang dapat diproleh dari mendengarkan. Jangan sampai kita lebih suka didengar daripada mendengarkan, sebab mendengarkan adalah pekerjaan yang tidak mudah karena banyak latar yang berbeda dalam system komunikasi antara komunikator dan pendengarnya. Masing – masing individu memiliki pengalaman yang berbeda, yang berarti membedakan pula cara berkomunikasi dari masing – masing individu. Ketika komonikator dan komunikan berasal dari budaya yang berbeda, atau berbeda dalam hal jenis kelamin, maka reaksi alami yang terjadi akan sangat menonjol. Disinilah pentingnya bagi kita dalam hal pengendalian diri, untuk mau dan bersedia sebagai pendengar yang baik.



2.    Tutur Kata

● Komunikasi Non Verbal

Sering kita diam atau dengan ekspresi wajah tidak menyenangkan atau tidak mengungkapkan sesuatu hal yang  tidak disukai dari orang lain. Mengubah kebiasaan tersebut dengan memulai untuk peduli dengan saran dan kritik dari orang lain dilanjutkan dengan mengungkapkan sesuatu hal yang tidak kita sukai dari orang lain. Dengan begitu kita dan orang lain dapat membentuk suatu hubungan yang baik dan saling membangun. Karena proses pengendalian diri dalam hal komunikasi, di mana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.

·       Komunikasi nonverbal

Dengan menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara. Hal tersebut dapat mencerminkan bahwa, apakah kita ini mampu mengendalikan diri di tengah keramaian masyarakat yang heterogen, terutama dalam pemakaian komunikasi non-verbal seperti gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata yang menjengkelkan dan membuat resah kita yang tidak mengetahui maksud komunikasi non-verbal mereka.

3. Citra Diri Positif

● Penguasaan Diri

Mudah marah atau emosi ketika mendengar perkataan buruk yang ditunjukkan kepada keluarga, teman, saudara dan orang terdekat. Dan emosi yang tidak terkendalikan menimbulkan pertengkaran dan perkelahian dan tidak jarang berakhir dengan perusakan serta pembunuhan.

Kita menyadari bahwa saya mudah marah apabila mendengar perkataan buruk yang ditunjukkan kepada orang-orang terdekat kita, Kita menyadari hal ini tidak baik, dan harus memperbaiki kebiasaan buruk tersebut dengan lebih sabar, serta mencari tahu dahulu kebenaran atas perkataan tersebut, kemudian menanggapinya dengan bijaksana dan dalam keadaan tenang. Sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik,  dengan mengendalikan kemarahan atau emosi, apabila tidak adanya pengendalian diri akan membawa kehidupan keluarga, pertemanan, pekerjaan dan sebagainya kepada kehancuran.



*****







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Number visiter