Judul Buku : The 8th Habit
(Melampaui Efektivitas
Menggapai Keagungan)
Nama
Penulis : Stephen R. Covey
Tahun
Terbit : 2005
Penerbit : Gramedia
Pustaka Utama
Tempat
Terbit : Jakarta
BAGIAN PERTAMA:
MENEMUKAN
SUARA ANDA
1.
Menemukan
Suara Anda; Anugerah Bawaan Sejak Lahir yang Belum Anda Buka
Kemampuan
untuk menemukan suara kita terdapat pada potensi yang dianugerahkan kepada kita
sejak lahir. Walau masih dalam keadaan terpendam, semakin kita memanfaatkan dan
memperbesar bakat-bakat kita saat ini, semakin banyak bakat diberikan kepada
kita, dan semakin besar kemampuan kita. Anugerah yang paling penting dimiliki
adalah kebebasan dan kemampuan untuk memilih; prinsip-prinsip (hukum alam) yang
terdiri dari universal, abadi, tak membutuhkan bukti lain; 4
kecerdasan/kemampuan yang terdiri dari IQ (mental), PQ (fisik/ekonomis), EQ
(emosional), SQ (spiritual).
2.
Ekspresikan
Suara Anda; Visi, Disiplin, Gairah, Dan Nurani
Bila
kita mengkaji kehidupan semua orang yang mencapai prestasi gemilang, kita akan
menemukan sebuah pola berupa visi: untuk kecerdasan fisik, disiplin: untuk
kecerdasan emosional, gairah: untuk kecerdasan spiritual, nurani/suara hati.
Pemimpin
visioner berpikir besar, berpikir secara baru, berpikir ke depan, dan
bersentuhan dengan struktur yang mendalam dari kesadaran dan potensi kreatif
manusia. Visi berarti melihat keadaan masa depan dengan mata batin kita, dengan
pikiran kita untuk mewakili keinginan, impian, harapan, tujuan, dan rencana
yang belum benar-benar terwujud secara fisik.
Disiplin
merupakan pelaksanaan dari visi, yang membuat suatu hal terjadi, suatu
pengorbanan yang mau tak mau harus kita lakukan untuk mewujudkan visi. Disiplin
adalah kekuatan kehendak yang diwujudkan dalam tindakan.
Gairah
muncul dari dalam hati dan tampak nyata sebagai optimisme, semangat, hubungan
emosional, tekad. Antusiasme mengakar pada kekuatan pilihan, dan bukan pada
keadaan di sekitar kita.
Nurani
adalah suara Tuhan kepada anak-anak-Nya, yang merupakan seperangkat nilai,
suatu kesadaran mengenai keadilan, kejujuran, rasa hormat, dan sumbangan yang
mengatasi budaya.
BAGIAN KEDUA:
MENGILHAMI
ORANG LAIN UNTUK MENEMUKAN SUARA MEREKA
3.
Mengilhami
Orang Lain Untuk Menemukan Suara Mereka: Tantangan Kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah mengomunikasikan kepada orang lain nilai dan potensi mereka secara amat
jelas sehingga mereka bisa melihat hal itu dalam diri mereka.
Yang pertama
dibahas adalah jiwa atau nurani yang terus-menerus diabaikan dalam organisasi,
dimana dalam sebuah kelompok, orang-orang diperlakukan atau bertindak dengan
cara-cara yang bertentangan dengan hati nurani mereka maka kepercayaan akan
hilang dan menjadi masalah kronis. Karena organisasi dengan tingkat kepercayaan
yang rendah namun beroperasi di kondisi pasar yang bersaing sengit akan
ditandai dengan gejala-gejala akut yang menyakitkan, yakni saling menikam dari
belakang, pertengkaran perasaan menjadi korban dan tak berdaya, sikap defensif,
menyembunyikan informasi, dan komunikasi yang bersifat protektif dan defensif.
Yang kedua
adalah visi bersama atau sistem nilai bersama dimana orang-orang bertindak
dengan berbagai agenda tersembunyi, bermain politik, dan mempergunakan kinerja
yang berbeda di dalam pengambilan keputusan.
Ketiga,
pengelolaan terhadap orang tidak akan pernah bisa mengilhami mereka untuk
mencapai puncak kerja dan sumbangan terbaik yang muncul dari kedalaman hati dan
gairah mereka.
FOKUS—PANUTAN DAN PERINTIS
4.
Meraih
Suara & Kemampuan Untuk Memengaruhi: Menjadi Bilah Kemudi Kecil
Pemimpin
yang bersikap sebagai bilah kemudi kecil menjalankan inisiatif di dalam
lingkaran pengaruhnya, seberapa kecilpun inisiatif tersebut, apapun posisi
formalnya, mengarahkan dan mengerahkan visi, disiplin, gairah, dan hati nurani
ke sisi-sisi terluar dari lingkaran pengaruh mereka dan memperluas lingkaran
pengaruh mereka. Mengambil inisiatif adalah sebuah bentuk pemberdayaan diri.
Tidak ada pemimpin formal yang memberdayakan anda, deskripsi pekerjaan anda
tidak memberdayakan anda, anda tidak memberdayakan diri sendiri berdasarkan
masalah atau tantangan yang sedang anda hadapi. Anda menjalankan tingkat
inisiatif atau pemberdayaan diri yang tepat dengan 7 tingkatan yaitu: menunggu
sampai diperintahkan; bertanya; membuat rekomendasi; saya bermaksud untuk...;
melakukan dan langsung melaporkannya; melakukan dan melaporkannya secara
berkala; melakukannya.
5.
Suara
yang Membuat Kita Layak Dipercaya: Menjadi Panutan Berkenaan Dengan Karakter
Dan Kompetensi
Dimanapun
ada kepercayaan, maka akan ditemukan sifat layak dipercaya, selalu demikian
sebagaimana kepercayaan merupakan buah dari kelayakan untuk dipercaya,
kelayakan untuk dipercaya datang dari karakter dan kompetensi. Dasar dari semua
pencapaian dan kepercayaan yang besar dan tahan lama dilandasi oleh beberapa
faktor yaitu:
1) Karakter
pribadi: integritas, kematangan, dan mentalitas berkelimpahan. Dimana ketiga
atribut ini menggambarkan sebuah tim yang saling melengkapi.
2) Kompetensi
dari pribadi yang layak dipercaya: teknis (keahlian dan pengetahuan yang
diperlukan untk menyelesaikan sebuah tugas); konseptual (kemampuan untuk
melihat gambaran besar, dan menghubungkan semua bagian menjadi satu);
kesalingtergantungan (kesadaran mengenai realitas bahwa semua yang hidup adalah
saling berhubungan, khususnya dalam organisasi dari tim yang saling
melengkapi).
Seseorang yang layak dipercaya adalah seorang
dengan kehidupan pribadi yang beres dan pada dasarnya memang layak untuk
dipercaya. Jadi, untuk memperbaiki sebuah hubungan, kita harus memulai dari
diri sendiri dengan cara memperbaiki diri sendiri.
Ada
7 kebiasaan manusia yang sangat efektif dan
merupakan esensi perwujudan dari upaya untuk menjadi seseorang yang seimbang,
utuh, kuat, serta menciptakan sebuah tim yang saling melengkapi berdasarkan
rasa saling menghormati. Berikut
merupakan 7 kebiasaan tersebut: jadilah produktif; mulai dengan tujuan akhir;
dahulukan yang utama; berpikir menang-menang; berusaha memahami dulu, baru
kemudian berusaha dipahami; bersinergi; mengasah gergaji.
6.
Suara
dan Kecepatan Kepercayaan
Kepercayaan
adalah pengikat kehidupan yang menyatukan berbagai organisasi, budaya, dan
hubungan-hubungan menjadi satu yang penerapannya lebih cepat daripada apa pun
yang bisa manusia pikirkan. Dalam sebuah hubungan yang dilandasi oleh
kepercayaan, ada hal-hal yang dapat mempererat atau merusak hubungan itu.
Seperti metafora “rekening bank emosi” yang ada di dalam buku 7 kebiasaan
manusia yang sangat efektif, Berikut adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi tingkat
kepercayaan dalam hubungan-hubngan manusia: berusaha memahami terlebih dahulu;
menepati janji; kejujuran, keterbukaan; kebaikan hati, kesopanan; menang-menang
atau tak bertransaksi sama sekali; memperjelas harapan; loyalitas kepada orang
yang tidak hadir; pembelaan; menerima umpan balik dan menyampaikan pesan
“saya.....”; pengampunan.
Sepuluh
hal ini dapat mempengaruhi kepercayan karena hal itu mewujudkan prinsip-prinsip
yang merupakan inti dari hubungan antarmanusia. Satu persamaan mendasar dari 10
hal tersebut adalah inisiatif yang merupakan hasil dari kekuatan kehendak atau
kemauan dan tekad. Persamaan yang kedua adalah kerendahan hati dan sikap tidak
mementingkan diri sendiri.
Karena
sebenarnya kepercayaan dimulai pada saat kita bisa memercayai orang lain.
Memercayai bukan hanya buah dari kelayakan untuk dipercaya, melainkan juga
merupakan akar dari motivasi, bahkan merupakan bentuk motivasi yang paling
tinggi.
7.
Menyatukan
Suara: Mencari Alternatif Ketiga
Pola
pikir menang-menang yang diandaikan untuk mencari alternatif ketiga adalah
gagasan atau prinsip mengenai saling menghormati dan mengupayakan keuntungan
atau manfaat bersama. Hanya salah satu pihak yang perlu berpikir menang-menang,
namun kerjasama kreatif yang menghasilkan alternatif ketiga akan muncul
belakangan, yakni pada saat 2 pihak bersinergi.
Satu
pihak yang perlu berpikir menang-menang hanya perlu membuat pihak lain siap
dengan mendengarkan secara empatik dan seksama, berusaha menemukan kepentingan
pihak lain dan secara konsisten terus melakukan hal tersebut sampai pihak lain
tersebut merasakan kepercayaan lain yang timbul.
Ada
dua langkah untuk mencari alternatif ketiga, yaitu:
1) Bersedia
untuk mencari pemecahan masalah yang lebih baik daripada yang telah dikemukakan
2) Sepakat
terhadap aturan sederhana: “tak seorangpun dapat mengajukan pandangannya,
sampai mereka mampu menyatakan kembali pandangan orang lain yang memuaskan
orang lain itu.”
Kedua langkah ini tidak selalu berurutan,
kadang mulai dari yang pertama dan kadang mulai dari yang kedua, kadang hanya
sekedar berinteraksi dan benar-benar berusaha untuk mendengarkan orang lain
yang memiliki pandangan dan solusi yang sepenuhnya berbeda. Setiap situasi
berbeda-beda karena setiap hubungan adalah unik namun pada dasarnya hal itu
memerlukan kemampuan penilaian yang baik, kesadaran diri, kontrol diri, dan
kemampuan untuk memulai kedua langkah tersebut.
8.
Satu
Suara: Merintis Visi, Nilai-Nilai, dan Strategi Bersama
Menyusun
pernyataan misi dan rencana strategis adalah hal yang penting, tetapi proses
untuk membawa semua orang pada pikiran yang sama adalah hal yang sama pentingya.
Merintis jalan adalah peran dalam sebuah organisasi atau tim yang setara
artinya dengan peran menjadi panutan bagi seorang indibidu. Melalui proses
interktif, anda akan membentuk sebuah pernyataan misi dan rencana strategis
yang tertulis. Pernyataan misi harus meliptui kesadaran akan tujuan yang hendak
dicapai, visi, dan nilai-nilai anda. Dalam menyusun rencana strategis, anda
harus mengetahui siapa pelanggan dan para pemegang kepentingan anda, apa
keinginan anda bagi mereka, layanan atau produk berharga apa yang anda tawarkan
kepada mereka dan rencana anda, termasuk tenggat-tenggat waktu, untuk mencapai
tujuan tertentu dalam mempertahankan pelanggan.
Begitu
pernyataan misi dan rencana strategis sudah dimiliki bersama secara mendalam,
maka dilakukan kreasi fisik yang merupakan pelaksanaan strategi yang membuat
visi tersebut terwujud, dimana anda perlu menyusun struktur, mendapatkan orang
yang tepat pada pekerjaan yang tepat dengan alat dan dukungan yang tepat, dan
kemudian menyingkir dari jalur yang akan mereka lewati, dan memberi bantuan
hanya kalau diminta.
Untuk
menciptakan sebuah lingkungan yang memiliki fokus dan kerja sama tim dari
puncak sampai ke lapisan paling bawah, para karyawan harus tahu apa yang
menjadi prioritas tertinggi, meyakininya, menerjemahkannya menjadi
tindakan-tindakan spesifik, memiliki disiplin untuk berusaha tetap pada arah
yang ditetapkan, dan saling memercayai serta berkolaborasi secara efektif.
PELAKSANAAN: PENYELARASAN DAN PEMBERDAYAAN
9.
Suara
dan Disipilin Pelaksanaan: Menyelaraskan Tujuan dan Sistem Untuk Mencapai Hasil
Dimulai
dengan tujuan keselarasan organisasi yang memiliki pengertian kelayakan
dipercaya yang dilembagakan. Ini berarti bahwa prinsip yang telah dimasukkan
oleh orang-orang ke dalam sistem nilai pribadi mereka merupakan dasar untuk
merancang berbagai struktur, sistem, dan proses. Bahkan jika lingkungan,
kondisi pasar, dan orangnya berubah, prinsipnya tetap tidak berubah. Struktur
dari organisasi mengikuti tujuan, penyelarasan mengikuti perintisan jalan dan
disiplin adalah hal yang ditunjukkan secara pribadi maupun secara organisasi.
Didalam konteks organisasi, disiplin disebut sebagai penyelarasan karena
seseorang menciptakan atau menyelaraskan struktur, sistem, proses, dan budaya
agar visi yang dimiliki dapat terwujud.
Kunci
untuk prinsip penyelarasan adalah selalu memulainya dari hasil, hasil apa yang
didapatkan dari apa yang anda telah lakukan. Caranya adalah dengan meneliti dan
mempelajari semua hasil dari para pemegang kepentingan dan kemudian mempelajari
kesenjangan antara hasil-hasil tersebut dan strategi yang digunakan.
Menyelaraskan
struktur dan sistem dengan nilai-nilai dan strategi adalah salah satu tantangan
tersulit dalam manajemen dan kepemimpinan, karena struktur dan sistem mewakili
masa lalu—tradisi, berbagai harapan, dan asumsi.
10.
Suara
yang Memberdayakan: Membebaskan Gairah dan Bakat
Pemberdayaan
akan selalu menjadi pernyataan yang menimbulkan sinisme kecuali jika
benar-benar berakar pada upaya sepeenuhnya untuk memberi contoh, merintis
jalan, dan menyelaraskan. Empat peran kepemimpinan (merencanakan, melakukan,
mengevaluasi, melayani) itu mematahkan dilema manajer yang terperangkap antara
kontrol dan rasa takut kehilangan kontrol. Jika anda benar-benar memantapkan
kondisi untuk melakukan pemberdayaan, kontrol tidak hilang. Kontrol itu hanya
berubah menjadi kontrol diri.
Pemberdayaan
yang berhasil terdiri diatas komitmen untuk bekerja dengan para anggota tim
melalui kesepakatan menang-menang, di dalam sebuah organisasi, menang-menang
berarti bahwa ada saling tumpang tindih yang eksplisit antara empat kebutuhan
organisasi (kesehatan finansial, pertumbuhan dan perkembangan, hubungan yang
sinergis dengan para pemegang kepentingan yang penting, dan makna/sumbangan)
dengan empat kebutuhan dari individu (fisik-ekonomi; mental—pertumbuhan dan
perkembangan; sosial/emosional—hubungan; dan spiritual—makna dan kontribusi).
ERA KEBIJAKSANAAN
11.
Kebiasaan
ke-8 dan Titik Gemilang
Kebiasaan
ke-8 (menemukan suara anda dan mengilhami orang lain untuk menemukan suara
mereka) memberi anda pola pikir dan perangkat keahlian untuk terus-menerus
menggali potensi yang ada dalam diri manusia. Ini adalah jenis kepemimpinan
yang mengomunikasikan kepada orang-orang mengenai nilai diri dan potensi mereka
secara amat jelas, sehingga mereka mulai bisa melihatnya sendiri di dalam diri
mereka.
Titik
gemilang terdiri dari keagungan pribadi, keagungan kepemimpinan dan keagungan
organisasi yang merupakan poros dimana ketiga hal tersebut saling berpotongan
dan berisikan kekuatan dan potensi yang terbesar bisa ditemukan.
Ada
empat disiplin, yang jika dipraktekkan secara konsisten bisa menutup
kesenjangan pelaksanaan ini dan secara luar biasa meningkatkan kemampuan tim
dan organisasi untuk berfokus pada prioritas utama mereka dan melaksanakannya,
yang disebut 4DP terdiri dari:
1) Disiplin
1: Fokus pada tujuan-tujuan terpenting
2) Disiplin
2: Membuat alat ukur dan papn skor yang menggugah
3) Disiplin
3: Terjemahkan tujuan skala besar menjadi tindakan-tindakan spesifik
4) Disiplin
4: Saling menjaga akuntabilitas, sepanjang waktu
4 disiplin ini mewakili sebuah metodologi
untuk mengambil sesuatu yang biasanya dianggap sebagai sebuah faktor variabel
yang hanya dilakukan oleh sedikit orang yang berkinerja tinggi, yaitu
pelaksanaan konsisten dan mengubahnya menjadi sesuatu yang mudah diprediksi,
mudah diajarkan, dan mudah disebarkan.
12.
Menggunakan
Suara Kita Dengan Bijaksana Untuk Melayani Orang Lain
Dorongan
dari dalam diri untuk menemukan suara anda dan mengilhami orang lain untuk
menemukan suara mereka mendapat kekuatan dari satu tujuan yang menjangkau
segalanya, yaitu melayani berbagai kebutuhan manusia yang merupakan cara
terbaik untuk mencapai keduanya. Kalau kita tidak mengulurkan tangan dan
memenuhi kebutuhan sesama kita, kita sama sekali tidak akan tumbuh dan
mengembangkan kebebasan kita untuk memilih yang seharusnya bisa kita lakukan.
Kita secara pribadi akan tumbuh lebih jauh jika kita memberikan diri kita bagi
orang lain. Hubungan kita akan semakin meningkat dan semakin mendalam bila
secara bersama-sama kita mencoba untuk melayani keluarga kita, keluarga lain,
organisasi, komunitas, atau suatu kebutuhan manusia lainnya.
$$$$$$ bersambung
ke bagian ketiga $$$$$$
Tidak ada komentar:
Posting Komentar