Social Icons

Kamis, 26 Oktober 2017

The 8th Habit. Ulasan Buku Bagian kedua




THE 8th HABIT
Melampaui Efektivitas, Menggapai Keagungan
      Judul Buku          :          The 8th Habit (Melampaui Efektivitas 
                                               Menggapai Keagungan)
Nama Penulis       :           Stephen R. Covey
Tahun Terbit         :           2005
Penerbit                 :           Gramedia Pustaka Utama
Tempat Terbit       :           Jakarta



BAGIAN PERTAMA:
MENEMUKAN SUARA ANDA
1.    Menemukan Suara Anda; Anugerah Bawaan Sejak Lahir yang Belum Anda Buka
Kemampuan untuk menemukan suara kita terdapat pada potensi yang dianugerahkan kepada kita sejak lahir. Walau masih dalam keadaan terpendam, semakin kita memanfaatkan dan memperbesar bakat-bakat kita saat ini, semakin banyak bakat diberikan kepada kita, dan semakin besar kemampuan kita. Anugerah yang paling penting dimiliki adalah kebebasan dan kemampuan untuk memilih; prinsip-prinsip (hukum alam) yang terdiri dari universal, abadi, tak membutuhkan bukti lain; 4 kecerdasan/kemampuan yang terdiri dari IQ (mental), PQ (fisik/ekonomis), EQ (emosional), SQ (spiritual).

2.    Ekspresikan Suara Anda; Visi, Disiplin, Gairah, Dan Nurani
Bila kita mengkaji kehidupan semua orang yang mencapai prestasi gemilang, kita akan menemukan sebuah pola berupa visi: untuk kecerdasan fisik, disiplin: untuk kecerdasan emosional, gairah: untuk kecerdasan spiritual, nurani/suara hati.
Pemimpin visioner berpikir besar, berpikir secara baru, berpikir ke depan, dan bersentuhan dengan struktur yang mendalam dari kesadaran dan potensi kreatif manusia. Visi berarti melihat keadaan masa depan dengan mata batin kita, dengan pikiran kita untuk mewakili keinginan, impian, harapan, tujuan, dan rencana yang belum benar-benar terwujud secara fisik.
Disiplin merupakan pelaksanaan dari visi, yang membuat suatu hal terjadi, suatu pengorbanan yang mau tak mau harus kita lakukan untuk mewujudkan visi. Disiplin adalah kekuatan kehendak yang diwujudkan dalam tindakan.
Gairah muncul dari dalam hati dan tampak nyata sebagai optimisme, semangat, hubungan emosional, tekad. Antusiasme mengakar pada kekuatan pilihan, dan bukan pada keadaan di sekitar kita.
Nurani adalah suara Tuhan kepada anak-anak-Nya, yang merupakan seperangkat nilai, suatu kesadaran mengenai keadilan, kejujuran, rasa hormat, dan sumbangan yang mengatasi budaya.

BAGIAN KEDUA:
MENGILHAMI ORANG LAIN UNTUK MENEMUKAN SUARA MEREKA

3.    Mengilhami Orang Lain Untuk Menemukan Suara Mereka: Tantangan Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah mengomunikasikan kepada orang lain nilai dan potensi mereka secara amat jelas sehingga mereka bisa melihat hal itu dalam diri mereka.
Yang pertama dibahas adalah jiwa atau nurani yang terus-menerus diabaikan dalam organisasi, dimana dalam sebuah kelompok, orang-orang diperlakukan atau bertindak dengan cara-cara yang bertentangan dengan hati nurani mereka maka kepercayaan akan hilang dan menjadi masalah kronis. Karena organisasi dengan tingkat kepercayaan yang rendah namun beroperasi di kondisi pasar yang bersaing sengit akan ditandai dengan gejala-gejala akut yang menyakitkan, yakni saling menikam dari belakang, pertengkaran perasaan menjadi korban dan tak berdaya, sikap defensif, menyembunyikan informasi, dan komunikasi yang bersifat protektif dan defensif.
Yang kedua adalah visi bersama atau sistem nilai bersama dimana orang-orang bertindak dengan berbagai agenda tersembunyi, bermain politik, dan mempergunakan kinerja yang berbeda di dalam pengambilan keputusan.
Ketiga, pengelolaan terhadap orang tidak akan pernah bisa mengilhami mereka untuk mencapai puncak kerja dan sumbangan terbaik yang muncul dari kedalaman hati dan gairah mereka.

FOKUS—PANUTAN DAN PERINTIS
4.    Meraih Suara & Kemampuan Untuk Memengaruhi: Menjadi Bilah Kemudi Kecil
Pemimpin yang bersikap sebagai bilah kemudi kecil menjalankan inisiatif di dalam lingkaran pengaruhnya, seberapa kecilpun inisiatif tersebut, apapun posisi formalnya, mengarahkan dan mengerahkan visi, disiplin, gairah, dan hati nurani ke sisi-sisi terluar dari lingkaran pengaruh mereka dan memperluas lingkaran pengaruh mereka. Mengambil inisiatif adalah sebuah bentuk pemberdayaan diri. Tidak ada pemimpin formal yang memberdayakan anda, deskripsi pekerjaan anda tidak memberdayakan anda, anda tidak memberdayakan diri sendiri berdasarkan masalah atau tantangan yang sedang anda hadapi. Anda menjalankan tingkat inisiatif atau pemberdayaan diri yang tepat dengan 7 tingkatan yaitu: menunggu sampai diperintahkan; bertanya; membuat rekomendasi; saya bermaksud untuk...; melakukan dan langsung melaporkannya; melakukan dan melaporkannya secara berkala; melakukannya.

5.    Suara yang Membuat Kita Layak Dipercaya: Menjadi Panutan Berkenaan Dengan Karakter Dan Kompetensi
Dimanapun ada kepercayaan, maka akan ditemukan sifat layak dipercaya, selalu demikian sebagaimana kepercayaan merupakan buah dari kelayakan untuk dipercaya, kelayakan untuk dipercaya datang dari karakter dan kompetensi. Dasar dari semua pencapaian dan kepercayaan yang besar dan tahan lama dilandasi oleh beberapa faktor yaitu:
1)   Karakter pribadi: integritas, kematangan, dan mentalitas berkelimpahan. Dimana ketiga atribut ini menggambarkan sebuah tim yang saling melengkapi.
2)   Kompetensi dari pribadi yang layak dipercaya: teknis (keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untk menyelesaikan sebuah tugas); konseptual (kemampuan untuk melihat gambaran besar, dan menghubungkan semua bagian menjadi satu); kesalingtergantungan (kesadaran mengenai realitas bahwa semua yang hidup adalah saling berhubungan, khususnya dalam organisasi dari tim yang saling melengkapi).
Seseorang yang layak dipercaya adalah seorang dengan kehidupan pribadi yang beres dan pada dasarnya memang layak untuk dipercaya. Jadi, untuk memperbaiki sebuah hubungan, kita harus memulai dari diri sendiri dengan cara memperbaiki diri sendiri.

Ada 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif dan merupakan esensi perwujudan dari upaya untuk menjadi seseorang yang seimbang, utuh, kuat, serta menciptakan sebuah tim yang saling melengkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Berikut merupakan 7 kebiasaan tersebut: jadilah produktif; mulai dengan tujuan akhir; dahulukan yang utama; berpikir menang-menang; berusaha memahami dulu, baru kemudian berusaha dipahami; bersinergi; mengasah gergaji.

6.    Suara dan Kecepatan Kepercayaan
Kepercayaan adalah pengikat kehidupan yang menyatukan berbagai organisasi, budaya, dan hubungan-hubungan menjadi satu yang penerapannya lebih cepat daripada apa pun yang bisa manusia pikirkan. Dalam sebuah hubungan yang dilandasi oleh kepercayaan, ada hal-hal yang dapat mempererat atau merusak hubungan itu. Seperti metafora “rekening bank emosi” yang ada di dalam buku 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, Berikut adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dalam hubungan-hubngan manusia: berusaha memahami terlebih dahulu; menepati janji; kejujuran, keterbukaan; kebaikan hati, kesopanan; menang-menang atau tak bertransaksi sama sekali; memperjelas harapan; loyalitas kepada orang yang tidak hadir; pembelaan; menerima umpan balik dan menyampaikan pesan “saya.....”; pengampunan.
Sepuluh hal ini dapat mempengaruhi kepercayan karena hal itu mewujudkan prinsip-prinsip yang merupakan inti dari hubungan antarmanusia. Satu persamaan mendasar dari 10 hal tersebut adalah inisiatif yang merupakan hasil dari kekuatan kehendak atau kemauan dan tekad. Persamaan yang kedua adalah kerendahan hati dan sikap tidak mementingkan diri sendiri.
Karena sebenarnya kepercayaan dimulai pada saat kita bisa memercayai orang lain. Memercayai bukan hanya buah dari kelayakan untuk dipercaya, melainkan juga merupakan akar dari motivasi, bahkan merupakan bentuk motivasi yang paling tinggi.

7.    Menyatukan Suara: Mencari Alternatif Ketiga
Pola pikir menang-menang yang diandaikan untuk mencari alternatif ketiga adalah gagasan atau prinsip mengenai saling menghormati dan mengupayakan keuntungan atau manfaat bersama. Hanya salah satu pihak yang perlu berpikir menang-menang, namun kerjasama kreatif yang menghasilkan alternatif ketiga akan muncul belakangan, yakni pada saat 2 pihak bersinergi.
Satu pihak yang perlu berpikir menang-menang hanya perlu membuat pihak lain siap dengan mendengarkan secara empatik dan seksama, berusaha menemukan kepentingan pihak lain dan secara konsisten terus melakukan hal tersebut sampai pihak lain tersebut merasakan kepercayaan lain yang timbul.
Ada dua langkah untuk mencari alternatif ketiga, yaitu:
1)   Bersedia untuk mencari pemecahan masalah yang lebih baik daripada yang telah dikemukakan
2)   Sepakat terhadap aturan sederhana: “tak seorangpun dapat mengajukan pandangannya, sampai mereka mampu menyatakan kembali pandangan orang lain yang memuaskan orang lain itu.”
Kedua langkah ini tidak selalu berurutan, kadang mulai dari yang pertama dan kadang mulai dari yang kedua, kadang hanya sekedar berinteraksi dan benar-benar berusaha untuk mendengarkan orang lain yang memiliki pandangan dan solusi yang sepenuhnya berbeda. Setiap situasi berbeda-beda karena setiap hubungan adalah unik namun pada dasarnya hal itu memerlukan kemampuan penilaian yang baik, kesadaran diri, kontrol diri, dan kemampuan untuk memulai kedua langkah tersebut.

8.    Satu Suara: Merintis Visi, Nilai-Nilai, dan Strategi Bersama
Menyusun pernyataan misi dan rencana strategis adalah hal yang penting, tetapi proses untuk membawa semua orang pada pikiran yang sama adalah hal yang sama pentingya. Merintis jalan adalah peran dalam sebuah organisasi atau tim yang setara artinya dengan peran menjadi panutan bagi seorang indibidu. Melalui proses interktif, anda akan membentuk sebuah pernyataan misi dan rencana strategis yang tertulis. Pernyataan misi harus meliptui kesadaran akan tujuan yang hendak dicapai, visi, dan nilai-nilai anda. Dalam menyusun rencana strategis, anda harus mengetahui siapa pelanggan dan para pemegang kepentingan anda, apa keinginan anda bagi mereka, layanan atau produk berharga apa yang anda tawarkan kepada mereka dan rencana anda, termasuk tenggat-tenggat waktu, untuk mencapai tujuan tertentu dalam mempertahankan pelanggan.
Begitu pernyataan misi dan rencana strategis sudah dimiliki bersama secara mendalam, maka dilakukan kreasi fisik yang merupakan pelaksanaan strategi yang membuat visi tersebut terwujud, dimana anda perlu menyusun struktur, mendapatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat dengan alat dan dukungan yang tepat, dan kemudian menyingkir dari jalur yang akan mereka lewati, dan memberi bantuan hanya kalau diminta.
Untuk menciptakan sebuah lingkungan yang memiliki fokus dan kerja sama tim dari puncak sampai ke lapisan paling bawah, para karyawan harus tahu apa yang menjadi prioritas tertinggi, meyakininya, menerjemahkannya menjadi tindakan-tindakan spesifik, memiliki disiplin untuk berusaha tetap pada arah yang ditetapkan, dan saling memercayai serta berkolaborasi secara efektif.

PELAKSANAAN: PENYELARASAN DAN PEMBERDAYAAN
9.    Suara dan Disipilin Pelaksanaan: Menyelaraskan Tujuan dan Sistem Untuk Mencapai Hasil
Dimulai dengan tujuan keselarasan organisasi yang memiliki pengertian kelayakan dipercaya yang dilembagakan. Ini berarti bahwa prinsip yang telah dimasukkan oleh orang-orang ke dalam sistem nilai pribadi mereka merupakan dasar untuk merancang berbagai struktur, sistem, dan proses. Bahkan jika lingkungan, kondisi pasar, dan orangnya berubah, prinsipnya tetap tidak berubah. Struktur dari organisasi mengikuti tujuan, penyelarasan mengikuti perintisan jalan dan disiplin adalah hal yang ditunjukkan secara pribadi maupun secara organisasi. Didalam konteks organisasi, disiplin disebut sebagai penyelarasan karena seseorang menciptakan atau menyelaraskan struktur, sistem, proses, dan budaya agar visi yang dimiliki dapat terwujud.
Kunci untuk prinsip penyelarasan adalah selalu memulainya dari hasil, hasil apa yang didapatkan dari apa yang anda telah lakukan. Caranya adalah dengan meneliti dan mempelajari semua hasil dari para pemegang kepentingan dan kemudian mempelajari kesenjangan antara hasil-hasil tersebut dan strategi yang digunakan.
Menyelaraskan struktur dan sistem dengan nilai-nilai dan strategi adalah salah satu tantangan tersulit dalam manajemen dan kepemimpinan, karena struktur dan sistem mewakili masa lalu—tradisi, berbagai harapan, dan asumsi.

10.          Suara yang Memberdayakan: Membebaskan Gairah dan Bakat
Pemberdayaan akan selalu menjadi pernyataan yang menimbulkan sinisme kecuali jika benar-benar berakar pada upaya sepeenuhnya untuk memberi contoh, merintis jalan, dan menyelaraskan. Empat peran kepemimpinan (merencanakan, melakukan, mengevaluasi, melayani) itu mematahkan dilema manajer yang terperangkap antara kontrol dan rasa takut kehilangan kontrol. Jika anda benar-benar memantapkan kondisi untuk melakukan pemberdayaan, kontrol tidak hilang. Kontrol itu hanya berubah menjadi kontrol diri.
Pemberdayaan yang berhasil terdiri diatas komitmen untuk bekerja dengan para anggota tim melalui kesepakatan menang-menang, di dalam sebuah organisasi, menang-menang berarti bahwa ada saling tumpang tindih yang eksplisit antara empat kebutuhan organisasi (kesehatan finansial, pertumbuhan dan perkembangan, hubungan yang sinergis dengan para pemegang kepentingan yang penting, dan makna/sumbangan) dengan empat kebutuhan dari individu (fisik-ekonomi; mental—pertumbuhan dan perkembangan; sosial/emosional—hubungan; dan spiritual—makna dan kontribusi).

ERA KEBIJAKSANAAN
11.          Kebiasaan ke-8 dan Titik Gemilang
Kebiasaan ke-8 (menemukan suara anda dan mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka) memberi anda pola pikir dan perangkat keahlian untuk terus-menerus menggali potensi yang ada dalam diri manusia. Ini adalah jenis kepemimpinan yang mengomunikasikan kepada orang-orang mengenai nilai diri dan potensi mereka secara amat jelas, sehingga mereka mulai bisa melihatnya sendiri di dalam diri mereka.
Titik gemilang terdiri dari keagungan pribadi, keagungan kepemimpinan dan keagungan organisasi yang merupakan poros dimana ketiga hal tersebut saling berpotongan dan berisikan kekuatan dan potensi yang terbesar bisa ditemukan.
Ada empat disiplin, yang jika dipraktekkan secara konsisten bisa menutup kesenjangan pelaksanaan ini dan secara luar biasa meningkatkan kemampuan tim dan organisasi untuk berfokus pada prioritas utama mereka dan melaksanakannya, yang disebut 4DP terdiri dari:
1)   Disiplin 1: Fokus pada tujuan-tujuan terpenting
2)   Disiplin 2: Membuat alat ukur dan papn skor yang menggugah
3)   Disiplin 3: Terjemahkan tujuan skala besar menjadi tindakan-tindakan spesifik
4)   Disiplin 4: Saling menjaga akuntabilitas, sepanjang waktu
4 disiplin ini mewakili sebuah metodologi untuk mengambil sesuatu yang biasanya dianggap sebagai sebuah faktor variabel yang hanya dilakukan oleh sedikit orang yang berkinerja tinggi, yaitu pelaksanaan konsisten dan mengubahnya menjadi sesuatu yang mudah diprediksi, mudah diajarkan, dan mudah disebarkan.

12.          Menggunakan Suara Kita Dengan Bijaksana Untuk Melayani Orang Lain
Dorongan dari dalam diri untuk menemukan suara anda dan mengilhami orang lain untuk menemukan suara mereka mendapat kekuatan dari satu tujuan yang menjangkau segalanya, yaitu melayani berbagai kebutuhan manusia yang merupakan cara terbaik untuk mencapai keduanya. Kalau kita tidak mengulurkan tangan dan memenuhi kebutuhan sesama kita, kita sama sekali tidak akan tumbuh dan mengembangkan kebebasan kita untuk memilih yang seharusnya bisa kita lakukan. Kita secara pribadi akan tumbuh lebih jauh jika kita memberikan diri kita bagi orang lain. Hubungan kita akan semakin meningkat dan semakin mendalam bila secara bersama-sama kita mencoba untuk melayani keluarga kita, keluarga lain, organisasi, komunitas, atau suatu kebutuhan manusia lainnya.



$$$$$$  bersambung ke bagian ketiga  $$$$$$

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Number visiter