THE 8th HABIT
Melampaui Efektivitas, Menggapai Keagungan
Judul Buku : The 8th Habit (Melampaui Efektivitas,
Menggapai Keagungan)
Nama
Penulis : Stephen R. Covey
Tahun
Terbit : 2005
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tempat
Terbit : Jakarta
GAMBARAN TENTANG BUKU
Puluhan juta manusia di seluruh dunia
telah mendapat wawasan yang cemerlang dari Stephen R. Covey dengan bukunya the 7 Habits of Highly Effective People. Baik
secara pribadi maupun profesional, banyak sekali orang yang belajar menjadi
manusia efektif dengan melakukan 7 kebiasaan itu.
Dunia terus berubah, dan tantangan di
berbagai bidang menyeruak, menuntut kita untuk melakukan sesuatu yang lebih.
Menjadi efektif saja tak cukup. Panggilan manusia lebih besar daripada itu, dan
Stephen R. Covey menggelar peta untuk mencapai sesuatu yang lebih itu. The 8th
Habit mengajak kita mulai memperhatikan kebutuhan orang-orang di sekitar kita,
untuk melampaui efektivitas dan meraih keagungan.
Keduanya
bisa diraih dengan melakukan 4 peran kepemimpinan, yaitu menjadi anutan,
menjadi perintis jalan, menjadi penyelaras, dan menjadi pemberdaya.
Dengan demikian kita akan menemukan
panggilan jiwa kita dan hidup penuh kebanggaan maupun gairah yang luar biasa,
serta mulai mengilhami orang lain untuk menemukan panggilan jiwa mereka, dengan
dibimbing oleh 4 kecerdasan—fisik (PQ), mental (IQ), emosi (EQ), spiritual
(SQ)—dimana ketiga kecerdasan yang pertama tunduk kepada kecerdasan yang
terakhir, yang disebut hati nurani. Dalam proses itu, hidup ini menjadi penuh
dengan makna dan keagungan.
1.
Derita Kita
Di
dalam organisasi, derita yang bersifat pribadi dan amat mendalam nyata sekali
dalam ketidakmampuan orang-orang untuk berfokus pada melaksanakan prioritas
tertinggi dengan memanfaatkan apa yang disebut xQ (Execution Quotient) atau kecerdasan pelaksanaan. Menjadi efektif
sebagai individu dan organisasi bukan lagi merupakan pilihan dalam dunia kita
sekarang ini—sebaliknya, itu adalah harga yang harus dibayar untuk masuk ke
medan permainan. Untuk dapat bertahan hiudp, bertumbuh, berinovasi, menjadi
unggul, dan terkemuka dalam realitas baru zaman kita ini kita tidak hanya harus
membangun efektivitas, tetapi juga melampauinya. Karena itu, penambahan
kebiasaan ke-8 bukan sekedar merupakan penambahan satu kebiasaan lagi terhadap
7 kebiasaan yang sudah ada, namun tentang melihat dan memanfaatkan kekuatan dimensi ketiga dari 7
kebiasaan yang bisa menjawab tantangan sentral dari abad pekerja pengetahuan.
Kebiasaan ke-8 adalah
“Menemukan Suara Panggilan Jiwa Anda dan Mengilhami Orang Lain untuk Menemukan
Suara Kemerdekaan Jiwa Mereka.”
2. Masalahnya
Beberapa
generasi telah berlalu dan tibalah zaman industri, orang membangun pabrik dan
belajar spesialisasi, delegasi, dan kemampuan untuk memperbesar skala usaha.
Mereka belajar cara memecah produksi barang menjadi langkah-langkah individu
yang berurutan, lantas memproses bahan mentah melalui ban berjalan sesuai
urutan. Proses ini menghasillkan tingkat efisiensi yang sangat tinggi dan
meningkatkan produktivitas sebanyak 50 kali lipat dari pertanian keluarga. Cara
meningkatkan produktivitasnya adalah dengan pengelolaan manusia yang sekedar
dianggap seperti seekor keledai, yang harus dikendalikan dengan hadiah dan
hukuman, dimotivasi dengan meletakkan wortel (hadiah) dihadapannya dan dipacu
dengan cambuk (ketakutan dan hukuman) dibelakang.
Kita
hidup di zaman pekerja pengetahuan, tetapi menjalankan organisasi dengan
mengikuti model zaman industri yang bersifat mengontrol dan mengekang
pemanfaatan sepenuhnya potensi manusiawi. Karena banyak orang yang memegang
otoritas tidak mengetahui apa sesungguhnya nilai dan potensi orang-orangnya,
serta tidak memiliki pemahaman mengenai kodrat manusia, mereka mengelola
manusia sebagaimana mereka mengelola barang.
Masalah
ini adalah milik akar pribadi yang melibatkan sebuah paradigma dan seperangkat
tradisi yang sudah berurat berakar di tempat kerja.
3 3 . Pemecahan
Masalah
Pertama-tama
mengubah diri dari dalam ke luar dengan karakter, kompetensi, inisiatif, dan
energi positif mereka. Mereka memiliki gambaran yang jelas mengenai identitas
diri yang mengakar pada diri mereka, menemukan kekuatan dan bakat mereka, dan
memanfaatkannya untuk melayani kebutuhan dan memberi hasil yang bagus.
Orang-orang mengetahui hal itu lalu mereka diberikan tanggung jawab yang
semakin besar, lalu mereka memenuhi tanggung jawab itu dan sekali lagi
membuahkan hasil. Orang seperti itu tidak tersedot oleh segala kekuatan negatif
yang melemahkan semangat dan merendahkan martabat orang yang ada didalam
organisasi mereka.
Cara
terbaik untuk mengatasi masalah derita dalam probadi masing-masing orang adalah
dengan menemukan suara dengan memahami kodrat yang sebenarnya (sesuatu yang
disebut tiga anugerah luar biasa yang dimiliki sejak lahir dan dengan
mengembangkan serta dengan integritas memanfaatkan kecerdasan yang terkait
dengan keempat bagian dari kodrat pribadi masing-masing. Kemudian menyatakan
suara yang dimiliki dengan memelihara perwujudan tertinggi dri kecerdasan
manusia ini, yaitu: visi, disiplin, gairah hidup, dan nurani.
%%%% bersambung ke bagian 2 %%%%
Tidak ada komentar:
Posting Komentar