Social Icons

Selasa, 24 Oktober 2017

MENGARANG ITU GAMPANG, Kata Arswendo Atmowiloto, Apa Benar Yah?





Mengarang itu Gampang
Kata Arswendo Atmowiloto,
Apa Benar Yah?

Didalam tulisan ini penulis akan mencoba untuk memberikan sekilas paparan mengenai tulisan Arswendo Atmowiloto “ Mengarang Itu Gampang?”Mengapa saya menorehkan tinta merah di nama mbah Arswendo Atmowiloto? Karena beliau adalah salah satu orang yang saya kagumi, dan sekarang mungkin sudah menjadi mbah karena tua ataupun karena kepiawaiannya dalam menulis. Semua tulisan yang disentuh beliau akan menjadi tulisan yang best seller, bisa dikatakan jiwa dan roh semangatnya sebagai penulis, membara seperti api, itulah sebabnya di judul tulisan ini namanya di torehkan dengan warna merah (bukan berarti marah yah mbah). Talentanya sungguh luar biasa, talenta  menulis ada padanya. Sejak kecil saya sering membaca tulisannya, bahkan sampai umur setengah abad-pun, saya tetap suka dengan isi tulisannya. Tulisan Arswendo, kita sebut saja mbah, karena apabila tulisan saya ini dibaca generasi now, maka mereka itu sudah mesti memanggilnya mbah. Tulisan mbah Wendo itu enteng, ringan, enak dibaca,  mudah dimengerti dan dipahami oleh segala lapisan umur (mungkin juga segala jaman kali yah??.). Pada jamannya mbah Wendo top-lah bahkan sampai keblinger saking top-nya,.. heheheheh  (ada kasus sampai masuk rumah besi).  Oke kita tidak membicarakan tentang rumah besi si mbah melulu, tapi kita akan mengangkat jiwa dan roh isi bukunya yang mesti dimengerti dan dipahami, yah seperti kata pepatah Tiada gading yang tak retak. Semua tidak ada yang sempurna.


Walaupun Arswendo dalam pengantar edisi kelima buku “Mengarang Itu Gampang” yang sudah lebih dari 5 kali cetak ulang selama sepuluh tahun sejak 1981, merupakan buku yang sangat jadul, tapi lihat isi-nya tidak ditelan jaman, tetapi  mengandung aura penggerak untuk menulis. Bahkan motivasinya sebagai berikut: “Jangan hanya membaca. Kalau saat itu sudah mencoba mengarang, pasti lain halnya. Untuk yang terakhir ini saya percaya penuh. Cobalah mengarang sekarang juga, jangan menunggu dua puluh tahun lagi. Jangan menunggu dua hari lagi. Sekarang juga. Tutup buku ini, mulai.”

Sungguh menyejukkan, berkali-kali dibaca bukunya memang gampang bagi seorang Arswendo Atmowiloto, terus  untuk yang lain apakah bisa gampang untuk menulis?


Bagi mbah mengarang bisa kapan saja dan dimana saja, karena kalau sudah talenta pasti itu akan mudah, laah kalau yang tidak punya bakat?...sampai dunia kiamat juga tulisan tidak jadi-jadi, apalagi orang yang ingin menulis kemudian ditunda-tunda, yah tidak bakalan jadi tulisannya tersebut,  bisa dikatakan seperti penulisnya nih, saya waktu sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP), punya satu gepok tulisan puisi dan cerpen, kalau mau dihitung puisi saya mungkin sudah ratusan jumlahnya, dan cerpen yang saya hasilkan puluhan, tapi namanya kurang paham dengan segala pendokumentasian ketika banjir menghantam rumah tua kami, abislah tulisan tersebut, semua hasil tulisan saya di kertas bekas pembungkus roti (jaman dulu kalau kita beli roti selalu dibungkus memakai kertas roti, yang warnanya putih agak butek sedikit), hancur diterjang banjir dan tidak berbentuk kertas lagi tetapi sudah menjadi bubur, yang akhirnya menghilang mengikuti derasnya air  aliran banjir, sungguh miris sekali. Hal inilah yang mematahkan semangat saya untuk menulis kembali. Ketika saya mencoba menulis kembali saat menginjak sekolah menengah atas (SMA), selain itu alasan lainnya  karena saya sudah mulai remaja dan sudah punya mainan baru, yaitu lirik-lirikan dengan cowok-cowok ganteng (Cogan). Ini intermezzo yaahh.


Mengarang, memang bisa dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua, bahkan para pensiunan bisa memanfaatkannya. Kalau kita mau umpamakan, seperti berenang itu olah raga tersulit kalau kita tidak pernah berlatih terus menerus, pasti tidak akan bisa berenang, tetapi apabila sudah bisa menguasasi cara-cara berenang, maka akan seterusnya bisa dan tidak akan lupa. Bahkan apabila melihat air pasti rasanya pingin berenang apalagi, baik di sungai ataupun di air yang bening.


Menurut Arswendo untuk bisa mengarang, diperlukan mengenal unsur-unsur dalam mengarang seperti: ide atau ilham, cara menyusun, menggambarkan tokoh. Selanjutnya latihan, mengarang juga soal menata jalan pikiran: dari ide yang jernih, dituliskan dangan fasih, akan menghasilkan karya yang bersih. Dan bagi yang pensiunan atau bisa juga anak-anak muda, kalau ada waktu luang,  kebiasaaan mengarang dapat menjanjikan lapangan pekerjaan yang menggiurkan, karena honornya bisa mencukupi biaya hidup ditambah bonus jadi dikenal. 


So, apalagi yang ditunggu oleh kaum muda, kalau sudah mengetahui trik-trik untuk mengarang, segera dicoba dan lakukan jangan ditunda, latih terus, selalu bawa kertas kecil dan alat tulis kecil juga agar praktis, karena ide itu akan datang tanpa kita sadarin, begitu pula ide akan kabur tanpa kita sadari pula. Bahkan kalau bisa sharing lah dengan yang sering mengarang, ternyata mengarang itu semudah membaca, benar apa kata mbah. Yukkz kita buktikan...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Number visiter