Kata Arswendo
Atmowiloto,
Apa Benar Yah?
Didalam tulisan ini penulis akan mencoba untuk
memberikan sekilas paparan mengenai tulisan Arswendo Atmowiloto “ Mengarang Itu
Gampang?”Mengapa
saya menorehkan tinta merah di nama mbah Arswendo Atmowiloto? Karena beliau
adalah salah satu orang yang saya kagumi, dan sekarang mungkin sudah menjadi
mbah karena tua ataupun karena kepiawaiannya dalam menulis. Semua tulisan yang
disentuh beliau akan menjadi tulisan yang best
seller, bisa dikatakan jiwa dan roh semangatnya sebagai penulis, membara seperti api, itulah
sebabnya di judul tulisan ini namanya di torehkan dengan warna merah (bukan
berarti marah yah mbah). Talentanya sungguh luar biasa, talenta menulis ada padanya. Sejak kecil saya sering
membaca tulisannya, bahkan sampai umur setengah abad-pun, saya tetap suka
dengan isi tulisannya. Tulisan Arswendo, kita sebut saja mbah, karena apabila
tulisan saya ini dibaca generasi now,
maka mereka itu sudah mesti memanggilnya mbah. Tulisan mbah Wendo itu enteng,
ringan, enak dibaca, mudah dimengerti
dan dipahami oleh segala lapisan umur (mungkin juga segala jaman kali yah??.). Pada
jamannya mbah Wendo top-lah bahkan sampai keblinger saking top-nya,..
heheheheh (ada kasus sampai masuk rumah besi).
Oke kita tidak membicarakan tentang rumah
besi si mbah melulu, tapi kita akan mengangkat jiwa dan roh isi bukunya yang
mesti dimengerti dan dipahami, yah seperti kata pepatah Tiada gading yang tak retak. Semua tidak ada yang sempurna.
Walaupun Arswendo dalam pengantar edisi kelima
buku “Mengarang Itu Gampang” yang sudah lebih dari 5 kali cetak ulang selama
sepuluh tahun sejak 1981, merupakan buku yang sangat jadul, tapi lihat isi-nya tidak
ditelan jaman, tetapi mengandung aura penggerak
untuk menulis. Bahkan motivasinya sebagai berikut: “Jangan hanya membaca. Kalau saat itu sudah mencoba mengarang, pasti
lain halnya. Untuk yang terakhir ini saya percaya penuh. Cobalah mengarang
sekarang juga, jangan menunggu dua puluh tahun lagi. Jangan menunggu dua hari
lagi. Sekarang juga. Tutup buku ini, mulai.”
Sungguh menyejukkan, berkali-kali dibaca bukunya memang gampang
bagi seorang Arswendo Atmowiloto, terus untuk yang lain apakah bisa gampang untuk
menulis?
Bagi mbah mengarang bisa kapan saja dan
dimana saja, karena kalau sudah talenta pasti itu akan mudah, laah kalau yang
tidak punya bakat?...sampai dunia kiamat juga tulisan tidak jadi-jadi, apalagi
orang yang ingin menulis kemudian ditunda-tunda, yah tidak bakalan jadi
tulisannya tersebut, bisa dikatakan
seperti penulisnya nih, saya waktu sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah
pertama (SMP), punya satu gepok tulisan puisi dan cerpen, kalau mau dihitung
puisi saya mungkin sudah ratusan jumlahnya, dan cerpen yang saya hasilkan
puluhan, tapi namanya kurang paham dengan segala pendokumentasian ketika banjir
menghantam rumah tua kami, abislah tulisan tersebut, semua hasil tulisan saya
di kertas bekas pembungkus roti (jaman dulu kalau kita beli roti selalu
dibungkus memakai kertas roti, yang warnanya putih agak butek sedikit), hancur diterjang
banjir dan tidak berbentuk kertas lagi tetapi sudah menjadi bubur, yang
akhirnya menghilang mengikuti derasnya air
aliran banjir, sungguh miris sekali. Hal inilah yang mematahkan semangat
saya untuk menulis kembali. Ketika saya mencoba menulis kembali saat menginjak
sekolah menengah atas (SMA), selain itu alasan lainnya karena saya sudah mulai remaja dan sudah punya
mainan baru, yaitu lirik-lirikan dengan cowok-cowok ganteng (Cogan). Ini
intermezzo yaahh.
Mengarang, memang bisa dilakukan oleh anak-anak,
remaja, dewasa dan orang tua, bahkan para pensiunan bisa memanfaatkannya. Kalau
kita mau umpamakan, seperti berenang itu olah raga tersulit kalau kita tidak
pernah berlatih terus menerus, pasti tidak akan bisa berenang, tetapi apabila
sudah bisa menguasasi cara-cara berenang, maka akan seterusnya bisa dan tidak
akan lupa. Bahkan apabila melihat air pasti rasanya pingin berenang apalagi,
baik di sungai ataupun di air yang bening.
Menurut Arswendo untuk bisa mengarang, diperlukan
mengenal unsur-unsur dalam mengarang seperti: ide atau ilham, cara menyusun,
menggambarkan tokoh. Selanjutnya latihan, mengarang juga soal menata jalan
pikiran: dari ide yang jernih, dituliskan dangan fasih, akan menghasilkan karya
yang bersih. Dan bagi yang pensiunan atau bisa juga anak-anak muda, kalau ada
waktu luang, kebiasaaan mengarang dapat
menjanjikan lapangan pekerjaan yang menggiurkan, karena honornya bisa mencukupi
biaya hidup ditambah bonus jadi dikenal.
So, apalagi yang ditunggu oleh kaum muda,
kalau sudah mengetahui trik-trik untuk mengarang, segera dicoba dan lakukan
jangan ditunda, latih terus, selalu bawa kertas kecil dan alat tulis kecil juga
agar praktis, karena ide itu akan datang tanpa kita sadarin, begitu pula ide
akan kabur tanpa kita sadari pula. Bahkan kalau bisa sharing lah dengan yang
sering mengarang, ternyata mengarang itu semudah membaca, benar apa kata mbah.
Yukkz kita buktikan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar