“Modal Recehan”
Apabila mendengar kata bisnis, yang
terlintas di pikiran pastilah suatu usaha yang melibatkan waktu, tenaga, usaha,
ketrampilan, keahlian, mengelola dan
yang utama adalah modal. Kalau sudah masuk ke kata-kata modal memang
menyeramkan, apalagi bagi orang yang mempunyai modal sedikit alias
pas-pasan. Di sini yang akan dibahas
adalah bisnis yang kecil-kecilan saja, bukan bisnis yang milyaran, karna masih berpikir kecil-kecilan dulu, sebagai
pembisnis recehan sebagai awal saja dulu. Memulai bisnis memang tak harus butuh
modal besar, karena bisnis tersebut bisa dilakukan dari rumah kita dengan modal
terbatas. Ini yang akan menjadi topik ulasan kita. Kenapa sebelumnya penulis
sampaikan recehan?, apabila mendengar kata recehan siapapun akan tergerak untuk
memulai bisnis.
Awalnya
Dari Rumah
Menjalankan sebuah bisnis dari rumah, sekarang
ini banyak digeluti untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Apabila dilakukan dengan baik dan benar,
bisnis-bisnis recehan ini dapat menjanjikan keuntungan yang cukup memenuhi
kocek kita.
Di bawah ini pemikiran penulis untuk macam-macam usaha, akan dibahas
beberapa jenis bisnis yang akan dijalankan
berawal dari rumah sendiri yang bisa ditekuni antara lain:
Tidak
Pakai Modal, Pakai Jasa (pakai Otak yang smart)
1 1. Buka Les Privat Matematika, Fisika, dan Bahasa Inggris
Usaha les privat ke anak-anak tingkatan SD, SMP ataupun SMA di
permukiman orang-orang kaya, sangatlah membuka peluang untuk mendapatkan fulus, memang usaha ini tidak memerlukan
modal, ataupun mesti membeli sesuatu berbentuk barang, cukup pakai otak yang
smart. Apabila punya otak yang biasa-biasa saja, maka ajukan diri dengan les
privat cukup SD saja, jangan berani ambil yang SMP apalagi SMA, nanti bukannya
tersebar keharuman nama kita bisa-bisa menjadi boomerang.
Sekedar sharing saja, penulis punya
saudara sepupu, ketika dia menikah kondisi ekonominya biasa-biasa saja bahkan
kurang. Tetapi dia punya suami mempunyai otak yang smart, maka dimulailah
dibuka les privat dengan menyebarluaskan brosur ke mal yang dekat permukiman
orang kaya di Bumi Serpong Damai Tangerang. Ini les privat yahh, bukan
bimbingan belajar yang disingkat Bimbel. Dari dua muridnya sekarang menjadi
ratusan murid, bahkan sejak lima tahun
yang mampu memperkerjakan orang lain sebagai guru di les privatnya, dan
hebatnya mampu beli ruko yang akhirnya semula dari les privat menjadi bimbel,
memang luar biasa sekali
2 2. Buka Jasa Pembuatan STNK, SIM, BPKB
Penulis mempunyai saudara sepupu dan tetangga yang membuka jasa pembuatan SIM, perpanjangan STNK, dll. Pokoknya yang menyangkut jasa surat-surat mobil alias calo, eh…tetapi bukan calo yang sering gentayangan di Samsat yah. Awalnya saudara sepupu penulis hidupnya pas-pasan, akhirnya di rumahnya dia buka usaha jasa pembuatan SIM, STNK dll, sedikit demi sedikit dipercaya masyarakat, mungkin hasilnya oke pelanggan puas. Eh tau-taunya setelah sekian tahun usaha dan ketemu sama penulis, sudah bawa mobil yang keren, di tempat usahanya bukan dia yang menunggu orang yang akan memakai jasanya, tetapi orang-orang yang berkepentingan untuk buat surat-surat mobil pada antri. Bahkan anak penulis-pun pernah mencoba usaha ini, benar-benar lumayan untungnya, bisa dapat sekitar 80 ribu untuk satu orang dalam pembuatan SIM. Hanya sayangnya kalau generasi now, inginnya kerja kantoran.
Penulis mempunyai saudara sepupu dan tetangga yang membuka jasa pembuatan SIM, perpanjangan STNK, dll. Pokoknya yang menyangkut jasa surat-surat mobil alias calo, eh…tetapi bukan calo yang sering gentayangan di Samsat yah. Awalnya saudara sepupu penulis hidupnya pas-pasan, akhirnya di rumahnya dia buka usaha jasa pembuatan SIM, STNK dll, sedikit demi sedikit dipercaya masyarakat, mungkin hasilnya oke pelanggan puas. Eh tau-taunya setelah sekian tahun usaha dan ketemu sama penulis, sudah bawa mobil yang keren, di tempat usahanya bukan dia yang menunggu orang yang akan memakai jasanya, tetapi orang-orang yang berkepentingan untuk buat surat-surat mobil pada antri. Bahkan anak penulis-pun pernah mencoba usaha ini, benar-benar lumayan untungnya, bisa dapat sekitar 80 ribu untuk satu orang dalam pembuatan SIM. Hanya sayangnya kalau generasi now, inginnya kerja kantoran.
Pakai
Modal kecil ( Rp. 100.000,- -Rp. 1.500.000,-)
1 1. Jasa Setrikaan online
Berapa sih harga setrikaan? Tidak
akan jauh dari harga 90 ribu sampai 230 ribu, iya kan? Dengan modal seperti
itu, para kaum ibu-ibu bisa menawarkan jasa setrika, karna kalau cuci bisa
pakai mesin cuci, tetapi kalau setrika yaah mesti di setrika pakai tangan kita,
kan tidak ada mesin yang dapat menyetrika sendiri. Kalau dilihat dari pangsa
pasar yang ada, ini bisa terbuka peluang yang cukup tinggi. Dengan moal
setrikaan dan sedikit wangi-wangian. Naah
begitu banyak masyarakat kelas atas,
yang menginginkan pakaian mereka licin, sampai lalerpun bisa kepleset kalau
nyerempet baju mereka, lhoo apa hubungannya dengan laler dan pakaian mereka?
Ini hanya perumpamaan saja, hehehe. Mereka memerlukana jasa setrika baju-baju
keren mereka, apalagi masyarakt pekerja yang tinggal di apartemen.
2 2. Jual Pulsa
Kalau kita banyak teman dan relasi,
dimanapun berada, kadang-kadang orang perlu pulsa, keuntungan dari pulsa memang
tidak terlalu banyak, tetapi akan terkumpul menjadi banyak apabila kita bisa
menekuninya. Tidak usah jauh-jauh kita melihatnya, bagaimana di ITC Roxy banyak
orang menjual pulsa juga, sekarang mengapa kita tidak juga menjualnya tanpa
membuka toko atau punya toko? Dengan modal sekitar 500 ribu atau satu juta di HP kita, maka kita bisa menekuni
usaha ini.
3 3. Bimbingan Belajar Matematika, Fisika,
dan Bahasa Inggris
Dengan modal sekitar 1.5 juta, kita
bisa buka bimbingan belajar. Modal .51 juta tersebut bisa dibeliin bangku dan
meja belajar yang sederhana saja. Misalnya 6 bangku dan 3 meja, dibuat shift
caranya, jadi setiap satu rombongan anak-anak yang akan belajar jumlahnya enam
orang sesuai jumlah bangku, selain lebih focus dengan jumlah enam anak maka
biaya bimbingan belajar bisa lebih mahal, apabila dibandingkan jumlah anak 12
satu kali pertemuan, sehingga orang tua juga meninginkan anaknya lebih
diperhatikan yang mengajar.
4 4.
Jual
bahan makanan mentah secara online
Jual sayuran yang belum diolah atau
masih mentah, merupakan prospek uaha bisnis yang belum banyak orang lain
jalanin. Bahkan penulis pingin sekali menjalankan usaha ini, apalgi kalau
bertempat tinggal di kota-kota besar.
5 5. Jual makanan matang
Beruntunglah bagi yang bertempat tinggal
dekat dengan permukiman kelas atas, mereka terkadang enggan memasak, dengan
resep yang jitu dan kebersihan yang terjaga, maka usaha bisnis akan maju dengan
sendirinya. Yaah hitung-hitung buka warteg, juga untuk makan keluarga.
6 6. Jual bakso atau soto
Berani membuka usaha bakso/ Soto.
Bakso dan soto ini merupakan makanan yang masyarakat luas dari anak kecil sampai tua pokoknya disukai, sehingga pangsa pasarnya sangat luas, dan
sangat mengenyangkan perut bisa ditambah
pakai nasi atau nambah menjadi dua mangkok apabila masih laper. Sehingga membuka
peluang usaha bakso/ soto memungkinkan kita bisa menambah pemasukan penghasilan
yang besar.
7 7. Jual Jasa ketik dan buat poster pakai
computer
Bagi yang hobi mengetik dan ahli
dalam aplikasi computer, maka bisa beli computer dengan harga 1.5 juta,
sekarang kan harga laptop atau computer PC sudah dapat dijangkau dengan dibeli
seharga 1.5 juta, ini adalah modalnya yang harus dibeli, agar dapat membuka
jasa mengetik atau membuatkan poster. Lumayan biaya mengetik bisa seharga 3000
rupiah selembarnya, atau jasa membuat
poster bisa 50 ribu rupiah sampai 500 ribu sekali buat.
Di atas adalah baru sebagian bisnis recehan yang penulis ketahui, ada yang
dialami sendiri/ pengalaman penulis, ada pengalaman dari saudara sepupu,
tetangga dan teman-teman penulis. Semoga tulisan sekilas ini dapat membuka mata
hati dan pikiran kita, bahwa usaha bisnis yang akan kita tekunin tidak hanya
memerlukan modal yang besar, modal recehan-pun bisa kita lakukan. Yang terutama
sekali jangan lupa untuk selalu berdoa, agar dilimpahkan rejeki untuk keluarga,
sehingga bisnis dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar