Social Icons

Kamis, 31 Januari 2013

AIR Bagi Kehidupan Pada Satu Bumi

Dimulai dari awal peradaban manusia yang berjaya mengikuti sumber air, seperti Mesopotamia yang berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Dilanjutkan dengan peradaban Mesir Kuno yang bergantung pada sungai Nil. Kemudian pusat-pusat peradaban yang besar seperti Rotterdam, London, Montreal, Paris, New York City, Shanghai, Tokyo, Chicago, dan Hong Kong mendapatkan kejayaannya, dikarenakan adanya kemudahan akses melalui perairan. Dari sinilah terlihat betapa pentingnya air dalam menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya sebagai alat transportasi. Di Indonesia sendiri memiliki 6 % dari persediaan air dunia atau sekitar 21 % persediaan air di Asia Pasifik. Namun pada kenyataannya, kelangkaan dan kesulitan mendapatkan air bersih dan layak pakai masih menjadi permasalahan di berbagai tempat di Indonesia. Sedangkan salah satu tempat air yang panjang atau sungai, banyak terdapat di Indonesia. Sungai di beberapa tempat, misalnya di Sumatera dan Kalimantan, dipergunakan penduduk sebagai prasarana transportasi. Sungai juga menyediakan air bagi manusia baik untuk berbagai kegiatan seperti pertanian, industri maupun domestik.
Penataan DAS Cisadane dengan konsep Water Front City
Bagaimana dengan di kota Tangerang?  sebagai warga masyarakat yang dilahirkan di Tangerang, saya tentu berharap kota Tangerang menjadi lebih baik ke depannya. Terutama dalam hal pengelolaan air bersih dan pengembangan potensi wisata air nya. Sungai Cisadane yang melintasi Provinsi Jawa Barat dan Banten. Memiliki fungsi dan nilai yang sangat tinggi bagi kehidupan manusia disekitar sungai ini. Pandangan  saya kalau berbicara tentang air dan kehidupan, cenderung mengarah ke sungai karena lebih kompleks permasalahannya.
Disana kita bisa lihat kehidupan yang berhubungan dengan air dari segi social, ekonomi, budaya, bahkan para politikus banyak yang mengangkat masalah sungai dalam kampanye politiknya.

Pintu Air Sepuluh : sebagai pengendali debit air 
Apa sih arti dan manfaat  air sungai Cisadane bagi kota Tangerang? Sungai Cisadane dengan panjang 140 km merupakan salah satu sungai lintas provinsi yang melalui wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten. Sungai ini bersumber di kaki Gunung Salak dan Gunung Pangrango yang mengalir kearah utara melalui kota Bogor, Ciampera, Tangerang dan berakhir di muara Laut Jawa. Sungai Cisadane mempunyai anak sungai antara lain : Cisodong, Cibogo, Citempuan, Ciaten, Cisidangbarang, Cipanas, dan lain sebagainya. Debit minimun Sungai Cisadane adalah 26,54 m3/s dan maksimum adalah 484, 43 m3/s. Adapun manfaat air sungai Cisadane adalah sebagai sumber air minum, sumber air baku industri, dan untuk keperluan domestik. (Kementerian Pekerjaan Umum: Status Mutu Air Sungai di Indonesia. 2010)

Jarak yang dilalui Sungai Cisadane sepanjang 79,6 km berada di kota Tangerang, bagi masyarakat Kota Tangerang sungai Cisadane sendiri boleh dibilang memiliki nilai sejarah dan merupakan salah satu yang menunjukkan kesakralan, karena Sungai Cisadane pernah menjadi saksi terbentuknya peradaban masyarakat keturunan Cina di Tangerang. Melalui sungai inilah sejarah kota Tangerang menggoreskan tinta emas, yang kemudian dikenal oleh khalayak luas sampai ke mancanegara, dan dari sungai inilah telah lahir istilah Kota Benteng dengan segala macam upacara ritual lainnya yang berhubungan dengan air dari kebudayaan masyarakat keturunan Cina.

Di Tangerang pada saat ini kecenderungan konsumsi air pada kehidupan masyarakat naik secara eksponensial, namun pada kenyataannya ketersediaan air bersih cenderung menurun secara signifikan akibat kerusakan alam dan pencemaran di Tangerang, sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya berbagai industri khususnya di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, telah berdampak pada terjadinya perubahan fungsi sungai sebagai sumber daya air yang amat dibutuhkan oleh masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup Tahun 2005 diperoleh data bahwa Sungai Cisadane pada wilayah Hulu berstatus cemar sedang-berat dan wilayah Tengah-Hilir berstatus cemar ringan-sedang. Beberapa penelitian yang dilakukan terhadap sungai Cisadane, ditemukan berbagai kandungan seperti minyak dan lemak, kimia krum, seng, besi, nikel dan kandungan kimia lainnya akibat limbah yang dibuang secara serabutan oleh industri disekelilingnya. Ditambah dengan hasil tes laboratorium Sucofindo, yang menyatakan Sungai Cisadane dicemari minyak dan lemak dengan tingkat pencemaran lebih dari 1.400 mg per liter, padahal ambang batas yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air hanya 1.000 mg per liter. Secara umum, pencemaran sungai dapat berdampak banyak, diantaranya: Pertama, pencemaran sungai dapat membahayakan kesehatan manusia karena dapat membawa suatu penyakit (vehicle), Kedua, karena pencemaran sungai dapat mengurangi kualitas air, maka secara ekonomis dapat berakibat pada kerusakan pada alat produksi/benda/bangunan, tanaman dan ternak, Ketiga, pencemaran air juga dapat merusak atau membunuh kehidupan yang ada di dalam air, seperti ikan dan binatang peliharaan, dan Keempat, pencemaran sungai juga dapat merusak keindahan (estetika) sebuah kota karena dampak bau busuk dan pemandangan yang tidak sedap dipandang

Upaya apa saja yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan Sungai Cisadane dari ancaman pencemaran?. Apabila ditelantarkan akan berakibat buruk terhadap pengadaan air bersih untuk masyarakat Tangerang. Perlu kita ketahui kelestarian Sungai Cisadane tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah semata, karena siapapun yang peduli terhadap kelestarian Sungai Cisadane harus memberikan kontribusi yang nyata. Termasuk didalamnya para pelaku industri sebagai pemberi kontribusi terbesar bagi tercemarnya Sungai Cisadane. Dari pihak Pemerintah, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penataan DAS dengan konsep Water Front City


Dari berbagai data sekunder tentang masalah air di sungai Cisadane yang merupakan sumber air bersih di kota Tangerang, perlu pula dipikirkan upaya-upaya sebagai berikut :

1. Awali perubahan dan berkomitmen dari diri kita sendiri terlebih dahulu, sebelum kita menghimbau ke orang lain, ataupun ke masyarakat, misalnya agar  konsisten tidak membuang sampah sembarangan baik ke sungai atau ke tempat yang tidak semestinya. 


2. Dari pihak  Pemda harus ada penindakan hukum secara nyata kepada para pelaku pencemaran, apalagi kepada yang pernah melanggar, apabila dilanggar dan tidak mendapat sanksi, maka pelanggar akan mengulang pelanggaran hal yang sama, mungkin saja lebih tinggi tingkat pelanggarannya, sehingga perlu dibuat seperangkat hokum.


3. Mengontrol dan mengawasi pembangunan sistem pembuangan limbah ,dengan diolah dan diproses beberapa tahapan terlebih dahulu untuk limbah industry sebelum dibuang ke sungai, karena di Tangerang banyak menjamur berbagai industry, baik di pinggiran kotanya ataupun di pusat kotanya. 


4. Menggalakkan penghijauan dan pembuatan biopori kepada masyarakat luas, dan meningkatkan penanaman eceng gondok untuk mengatasi pencemaran di sungai.


5. Menata dan merancang  tepian daerah aliran sungai menjadi potensi wisata air nya, agar masyarakat di kota Tangerang, merasa memiliki dan bangga mempunyai suatu tempat yang indah, bersih, nyaman, aman dan  asri untuk rekreasi mereka.
Tepian DAS Cisadane menjadi potensi wisata air di Waktu Malam
  6. Mengadakan sosialisasi dan menghimbau terus menerus tentang betapa pentingnya peranan air dalam kehidupan umat manusia, dapat bekerjasama dan bahu membahu antara berbagai pihak yang peduli, dan mengedepankan tentang pentingnya air bagi kehidupan masa depan,

Semua upaya-upaya tersebut untuk mewujudkan Sungai Cisadane sebagai sumber air bersih untuk kota Tangerang. Sehingga air sebagai kebutuhan pokok dan mutlak sehari-hari terpenuhi. Seseorang bisa hidup tanpa makanan selama lebih dari sebulan, tetapi hanya dapat hidup beberapa hari tanpa air. Semua makhluk hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup. Tubuh manusia membutuhkan dua liter air sehari
(Sumber: Wikipedia.org.2008).

Bahkan jika tidak ada air yang masuk ke tubuh manusia dalam waktu yang lama maka manusia tidak akan bisa hidup. Apalagi di daerah yang mempunyai  banyak wilayah yang rawan dengan kekeringan, akan banyak berhamparan manusia dan makhluk hidup lainnya yang kehausan dan kekeringan, bahkan jika kelebihan air maka akan menimbulkan musibah juga, memang air dapat menjadi kawan ataupun menjadi lawan dalam kehidupan ini.

Ingat pentingnya air bagi kehidupan pada satu bumi yang kita huni bersama, yang perlu kita lestarikan, kita jaga kebersamaan, karena tanpa bersama-sama  kelangsungan dan kelanggengan bumi tidak akan tercapai. Selamatkanlah air dari sekarang.***

sumber gambar : google



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Number visiter