Senin, 21 Januari 2013
Balapan dengan Gerobak kuda di Gili Trawangan - Lombok
Kisah seru ini dari kejadian tidak
terduga, terjadi waktu kami sudah sampai, memesan hotel serta menyewa
sepeda di Gili Trawangan Lombok. Setelah menikmati pantai yang luar
biasa indah dan ber-snorkeling, antara siang dan sore dilanjutkan
berjemur di tepi pantai ngikutin gaya bule yang berserakan di pantai.
Sore itu kami bersepeda menelusuri Gili Trawangan, sambil nyamil wafer
rasa coklat,sedangkan rasa strawberry untuk anak, tentu dengan merk
Nissin.Kenapa merk Nissin?alasannya adalah lidahku sudah cucok sekali
dengan aroma dan rasanya yang pas banget. Bagaimana tidak cucok, dari
aku kecil Ibuku selalu beli wafer merk Nissin yang rasa coklat, dan
untuk rasa strawberynya belum ada pada waktu aku kecil. Bahkan apabila
ada saudara yang sakit atau ada acara keluarga tidak lupa membawa wafer
Nissin yang wadahnya kaleng bulat bergambar perempuan bertopi putih,baju
panjang bersepeda. Seperti pepatah mengatakan ternyata buah yang jatuh
tidak akan jauh dari pohonnya, buktinya kedua anakku doyan banget wafer
merk Nissin, tahu saja wafer enak. Sambil santai mengayuh sepeda,
berkeliling ke sana kemari, tiba-tiba anakku yang lelaki teriak, “ Ma,
jangan mamam wafer mulu, tuh lihat kita dikejar gerobak kuda”, dengan
reflex kepalaku langsung nengok ke belakang, sambil berteriak “ Waduuh
tuh kuda cepat banget larinya, ayo semuanya ngebut, ntar kesusul gerobak
kuda, jalannya kecil nich!”. Akhirnya kami berempat ngebut goyes
sepedanya saling susul menyusul seperti balapan. Di tengah kegugupan
kami di kejar gerobak kuda yang tidak mau perlahan, tiba-tiba saja
anakku yang cowok turun dari boncengan, dia berlari kencang beriringan
dengan kami yang bersepeda, tetapi untunglah ketika di ujung jalan ada
pertigaan, kami belok kiri sedangkan gerobak kuda belok ke kanan.
Akhirnya sampailah di hotel, dengan baju basah kuyub bercucuran
keringat.
Setelah istirahat, ada dua hal aneh yang ingin kutanya, “ Tadi
kenapa, kita tidak berhenti minggir saja, daripada kita seperti balapan
sama kuda, kan itu ngaco?”, Jawab anakku yang cewek dan suamiku “ Lho
tadi kan Mama yang nyuruh ngebut?”, “Owh?!” Jawabku bingung, sambil
garuk-garuk kepala terus bertanya ke anakku yang cowok “ Kenapa kamu
turun dari sepeda dan tidak minggir ke tepi jalan tapi justru lari
kencang depan gerobak kuda?” jawab anakku yang cowok, “ Daripada aku
jatuh dari sepeda yang sudah miring, lebih baik aku lari saja”.Jawab dia
polos .” Hahaha” Ketawa ngakaklah kami berempat. Ada-ada saja.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar