Sekarang bagaimana caranya, agar kota Curup bisa menjadi
harapan semua orang, agar menjadi kota yang berkembang sesuai potensi kota itu
sendiri?
Selintas mengenai Curup, menurut data Curup merupakan kota terbesar ke-2 di
Bengkulu. Merupakan penghasil beras, kopi dan sayur-sayuran
utama di provinsi Bengkulu, yang hasilnya dikirim hingga ke Palembang, Jambi,
Padang, Lampung, dan Jakarta. Selain hasil pangan tersebut ternyata Curup
menyimpan harta kekayaan dalam hal pariwisata. Beberapa tempat wisatanya yang
terkenal adalah Suban Air Panas, pematang danau, Gunung Kaba, Air Terjun di
Kepala Curup, dan situs-situs prasejarah. Daerah ini juga dikenal sebagai salah
satu tempat tumbuhnya Rafflesia arnoldii.
Dengan udaranya
yang segar dan dingin Curup terhampar di
lembah dataran tinggi Sumatera, dan merupakan sebuah kota di daerah pegunungan
bukit barisan dan dikelilingi oleh Bukit Kaba dan Bukit Daun. Penduduk aslinya
adalah suku Rejang, namun banyak juga masyarakat dari suku lain seperti Jawa,
Lembak, Minang, dan Serawai. Kota ini pernah menjadi ibukota Propinsi Sumatera
selatan pada masa revolusi dibawah kepemimpinan Gubernur A.K. Gani. Selain itu
adanya asimilasi kebudayaan daerah dengan orang pendatang, kini menjadikan kota
Curup sebagai kota heterogen dari berbagai etnis di Indonesia (sumber: wikipedia).
Dengan mempelajari
data-data sekunder Curup serta melihat di atlas, maka keberadaan Kota Curup
sudah strategis, maka apabila orang akan ke Kota Jambi ataupun Kota Padang akan melewati
Kabupaten Rejang Lebong. Sebenarnya bertitik tolak dari sinilah Kota Curup
dapat sebagai kota transit bagi Kota-kota besar lainnya yang ada di Sumatera Barat.
Sebagai kota transit Curup dapat berbenah diri dengan menyediakan tempat
persinggahan sementara, ataupun tempat rekreasi yang dapat mengikat secara
perlahan kepada wisatawan, apalagi adanya
peninggalan situs Megalitikum di
sana, yang perlu digali dan di poles agar menjadi lebih menarik.
Perlu dikenali
tipe pariwisata apa yang akan dikembangkan di Curup, apakah tetap bernuansa
alami atau ada polesannya? Mengapa? Karena
ada wisatawan yang tertarik dengan hal-hal yang berbau alami, dan adapula
wisatawan yang tertarik tempat wisata atau tempat transit yang membuat mereka
nyaman. Nyaman di sini maksudnya nyaman dalam hal keamanan, nyaman dalam hal
fasilitas dan sarana. Dengan kelengkapan tersebut wisatawan akan berdatangan. Yang
berbau alami pastilah wisatawan dari mancanegara, yang ada kenyamanan
fasilitas, baik akomodasi maupun transportasi
pastilah wisatawan dari local.
Selanjutnya dilihat
potensi kawasan Kota Curup yang dominan,
yang paling dominanlah yang paling diangkat menjadi ikon kota, sebagai penarik
wisatawan, misalnya situsnya yang lebih ditonjolkan, ataukah wisata
alamnya dengan berbagai bentuk dan tipe
air terjun yang sudah ada di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar