Social Icons

Rabu, 26 Desember 2012

BANGKITKAN TANA TORAJA : HARTA WARISAN WISATA BUDAYA YANG UNIK DAN ANTIK



***Hinijati Widjaja

Tana Toraja  di Sulawesi Selatan letaknya memang tidak sestrategis tempat wisata di Pulau Jawa dan Bali, karena ia terletak di  Pulau Sulawesi, yang menurut penulis agak jauh, dan kurang menantang,  seperti  pepatah mengatakan Tak Kenal maka Tak Sayang . Meskipun demikian, Toraja berjarak sekitar 350 kilometer utara Kota Makassar. Letak sangat cantik di dataran tinggi Sulawesi Selatan bagian utara, tepatnya di jajaran pegunungan Kambuno dan Latimojong, menambah keelokannya. Oleh sebab itulah panorama,  alam Toraja sangat memukau, bergunung-gunung, menghijau, dan berhawa sejuk dengan temperatur suhu antara 15-28 derajat celcius, semuanya itu seharusnya dapat menarik perhatian dunia.  Sejak tahun 2008 (sumber: mymakassar.com ), Toraja terbagi menjadi dua wilayah administratif, yaitu Tana Toraja yang beribu kota di Makale, dan Toraja Utara yang beribu kota di Rantepao. Toraja juga merupakan salah satu ikon pariwisata Indonesia.  Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai satu dari 10 tujuan wisata unggulan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan Toraja sebagai motor pariwisata dengan program Toraja Lovely December. Unesco memasukkannya ke dalam daftar warisan budaya dunia.
Tana Toraja memang merupakan salah satu warisan budaya, yang tidak hanya milik Bangsa Indonesia saja, tetapi sudah mendunia dan wajib dikunjungi oleh pencinta wisata, karena wisatanya yang unggulan, semuanya ada  seperti wisata budaya, wisata alam, wisata misteri, dan  wisata kuliner. Beruntunglah penulis dapat memperoleh tiket murah ke Makassar,dengan kebulatan tekad dan modal nekat dengan membobol tabungan, akhirnya penulis meluncur ke Makassar,  dengan membawa segenggam harapan utama yaitu ke Tana Toraja, serta  ziarah  ke makam Pangeran Diponegoro tokoh favorit penulis.  Hal ini adalah  mimpi yang menjadi nyata, mimpi yang perlu disampaikan kepada masyarakat luas, ternyata di Pulau Sulawesi , ada tempat unggulan yang wajib dikunjungi.
Di Toraja sendiri masih mempertahankan sebagian ritual, seperti: Upacara Adat Rambu Solo  ,Upacara Adat Rambu Tuka, Upacara Adat Warisan Aluk. Aluk To Dolo’ . Ritual adat itu digelar hampir sepanjang tahun, karena masyarakat Toraja selalu menggelar upacara adat baik dalam kegembiraan atau kesedihan, sehingga upacara adat di sana tidak pernah sepi, atau harus menunggu waktu dan kondisi ekonomi masyarakat tertentu, jadi kalau berwisata budaya ke Toraja tidak akan rugi.
Dari hasil pengamatan  setelah menikmati keunikan budaya Toraja selama tiga hari, yang penulis rasakan sangat kurang. karena perjalanan  ke Toraja sudah menghabiskan waktu kurang lebih 7 jam.  Dimulai dari dari Bandara Sultan Hassanuddian  menuju Toraja. Sebenarnya ada pesawat yang terbang dari kota Makassar  menuju kota Makale dengan waktu tempuh hanya 40 menit. Karena Toraja memiliki sebuah bandar udara perintis bernama Bandara Pongtiku, nama pahlawan setempat. Terletak di Kecamatan Rantetayo. Memiliki landasan aspal dengan panjang 900 meter. Jaraknya sekitar 15 kilometer sebelah barat jalur trans-Sulawesi yang menghubungkan Makale dan Rantepao . Tapi kurang pas bagi penulis yang termasuk salah  seorang backpacker  yang ingin menuntaskan keingintahuan serta berempati akan suasana kota yang baru dipijak, selain ada factor yang lain yaitu menghemat dana transportasi, yang kelak dananya akan dipakai untuk membeli beragam souvenir khas Toraja. Karena apabila penulis mendatangi suatu tempat wisata, pastilah tidak ketinggalan wisata berburu souvenir sebanyak-banyaknya, karena souvenir tersebut merupakan kenangan yang terindah dalam hidup. Beberapa kabupaten terlewati semua masih lingkungan alami, terlihat di kerimbunan pohon tampak rumah-rumah tradisional berbentuk tongkonan, luar biasa estetisnya, suatu paduan budaya setempat yang masih utuh,  dalam  pelukan alam yang masih asli. Dan yang terpenting lagi semuanya itu tetap bisa dinikmati oleh wisatawan.
Rasanya kurang afdol , datang ke suatu tempat apabila tidak melakukan wisata kuliner setempat. Makanan dan minuman Khas Toraja  ada yang untuk muslim dan non-muslim, jadi tinggal dipilih saja disesuaikan dengan religi masing-masing. Salah satu hal juga yang membuat Toraja menarik dan terkenal adalah kopinya. Kopi Toraja merupakan kopi nikmat   dan harumnya luar biasa. ada dua jenis kopi yaitu robusta dan Arabica, semua juga harus dinikmati dan diborong untuk di bawa pulang.
Akhirnya penulis  berpesan berkaitan dengan kegiatan rutin tahunan yang dicanangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel bekerja sama dengan Lingkar Penulis Pariwisata (LPP) dalam December Toraja Lovely,  “ Datanglah ke Toraja, nikmatilah suguhan alam yang asli, ritual budaya yang memukau serta mengandung magnet alam kehidupan. Karena Toraja tidaklah hanya  untuk para  penulis ceritakan serta ditorehkan di lukisan saja, ataupun dikhayalkan oleh para pendongeng, tetapi Toraja sebaiknya kita  datangi, nikmati serta bangkitkan gaungnya agar bergema ke seluruh Mancanegara bersama keunikannya secara utuh, antik dan terjaga”.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Number visiter