Social Icons

Senin, 30 Oktober 2017

LET'S MAKE BATIK








MARI BERBATIK

Pada tahun 2002 yang lalu, penulis mendapat undangan  dari Lembaga Human Rights, yang bermarkas di  Amerika. Penulis ditempatkan di sebuah kota hijau Phyladelpia, kota yang besih, tertib dan tenang, di sana banyak bangunan tua dan pohon yang tumbuh serta terjaga  bersih dan asri di sana. Di Negara Paman Sam ini, penulis belajar banyak hal, terlebih dengan bersosialisasi dengan para undangan dari berbagai negara, mempelajari gaya  kehidupan, budaya yang ada. Namun tentunya tidak serta-merta penulis menerima budaya yang ada di sana.

Menjaga nama baik Indonesia tentunya, adalah poin yang senantiasa penulis indahkan. Dapat  undangan untuk mengikuti program ini bukanlah hal yang mudah untuk di dapatkan. Maka,  penulis manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang ada. Ada satu hal yang kemudian membuat penulis merasa Indonesia. Iya penulis menjadi Indonesia dan merasa bangga di sebut Indonesia. Yakni kekayaan yang di miliki Indonesia, dari hasil kebudayaan yang ada. Mereka sendiri yang menyebutkan tentang batik yang saat itu penulis kenakan, setelah dijelaskan beberapa hal yang menarik tentang masyarakat yang ada di Indonesia.

Karena penulis satu-satunya delegasi yang berbatik berasal dari Indonesia, akhirnya mengalirlah pertanyaan-pertanyaan  seputar  batik.  Penulis  berusaha memperkenalkan sedikit demi sedikit, pengetahuan tentang batik, yang  penulis rasakan tidak cukup baik, di tambah juga penulis bukanlah putri pariwisata, maka siasat yang penulis lakukan adalah dengan bekal browsing di internet, saat itu penulis bisa menjelaskan sedikit demi sedikit. Maklumlah penulis tidak siap karena kedatangan penulis di undang dalam rangka membicarakan penegakan hak asasi manusia bukan tentang batik. Akhirnya, penulis bisa dengan mudah meyakinkan mereka bahwa Indonesia benar-benar negara kaya akan batik.

Dibalik bentuknya yang unik menarik batik menyimpan sejarah warisan budaya leluhur dalam perjalananannya yang panjang untuk mencapai bentuknya kini dengan berbagai motif dan corak serta sarat makna. Bahkan batik sekarang sudah mendunia  untuk di pakai sehari-haripun nyaman di tubuh kita, apalagi warnanya bagus-bagus, serta harganyanya banyak yang terjangkau. Batik memang terbaik, buktinya sejak tahun 2009 batik telah diakui dunia internasional, dunia mengakui batik yang merupakan salah satu warisan budaya dari Indonesia. Pengakuan serta penghargaan itu disampaikan secara resmi oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO)  pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mengacu pada pengakuan dan penghargaan tersebut, memang kita sebagai bangsa harus bangga dan mungkin juga sudah seharusnya memakai nya dalam berbagai kesempatan, karena memiliki kebudayaan yang luar biasa ini.

Akhirnya kebersamaan selama hampir satu minggu dengan rekan seperjuangan di Human Rights tidak hanya berbicara topik kemanusiaan saja, ternyata sudah masuk ke rana  budaya  turun temurun bangsa Indonesia yaitu tentang batik Dan selanjutnya, mereka berjanji  suatu saat akan berkunjung ke Indonesia, untuk belanja ke tempat pusat  pembuatan batik.

Harus diakui bahwa batik nusantara sangatlah elok rupawan, Marilah kita jaga semua kekayaan yang ada di negeri kita. Jangan sampai timbul lagi masalah yang sama seperti masalah Malaysia menghakpatenkan kekayan bangsa kita untuk negaranya. Mari kita lestarikan semua kekayaan di negeri kita dan seperti slogan yang telah dikumandangkan ke seluruh Indonesia,  dan penulis bangga dengan produk Indonesia.

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Number visiter