MARI BERBATIK
Pada tahun
2002 yang lalu, penulis mendapat undangan dari Lembaga Human Rights,
yang bermarkas di Amerika. Penulis ditempatkan di sebuah kota hijau
Phyladelpia, kota yang besih, tertib dan tenang, di sana banyak bangunan tua
dan pohon yang tumbuh serta terjaga bersih dan asri di sana. Di Negara Paman Sam
ini, penulis belajar banyak hal, terlebih dengan bersosialisasi dengan para
undangan dari berbagai negara, mempelajari gaya kehidupan, budaya yang
ada. Namun tentunya tidak serta-merta penulis menerima budaya yang ada di sana.
Menjaga nama
baik Indonesia tentunya, adalah poin yang senantiasa penulis indahkan. Dapat
undangan untuk mengikuti program ini bukanlah hal yang mudah untuk di
dapatkan. Maka, penulis manfaatkan
sebaik mungkin kesempatan yang ada. Ada satu hal yang kemudian membuat penulis
merasa Indonesia. Iya penulis menjadi Indonesia dan merasa bangga di sebut
Indonesia. Yakni kekayaan yang di miliki Indonesia, dari hasil kebudayaan yang
ada. Mereka sendiri yang menyebutkan tentang batik yang saat itu penulis
kenakan, setelah dijelaskan beberapa hal yang menarik tentang masyarakat yang
ada di Indonesia.
Karena penulis
satu-satunya delegasi yang berbatik
berasal dari Indonesia, akhirnya mengalirlah pertanyaan-pertanyaan
seputar batik. Penulis berusaha memperkenalkan sedikit demi sedikit,
pengetahuan tentang batik, yang
penulis rasakan tidak cukup baik, di tambah juga penulis bukanlah putri
pariwisata, maka siasat yang penulis lakukan adalah dengan bekal browsing di
internet, saat itu penulis bisa menjelaskan sedikit demi sedikit. Maklumlah
penulis tidak siap karena kedatangan penulis di undang dalam rangka
membicarakan penegakan hak asasi manusia bukan tentang batik. Akhirnya, penulis bisa
dengan mudah meyakinkan mereka bahwa Indonesia benar-benar negara kaya
akan batik.
Dibalik bentuknya
yang unik menarik batik menyimpan sejarah warisan budaya leluhur dalam
perjalananannya yang panjang untuk mencapai bentuknya kini dengan berbagai
motif dan corak serta sarat makna. Bahkan batik sekarang sudah mendunia untuk di pakai sehari-haripun
nyaman di tubuh kita, apalagi warnanya bagus-bagus, serta harganyanya banyak
yang terjangkau. Batik memang terbaik, buktinya sejak tahun 2009 batik telah
diakui dunia internasional, dunia mengakui batik yang merupakan
salah satu warisan budaya dari Indonesia. Pengakuan serta penghargaan itu
disampaikan secara resmi oleh United Nations Educational, Scientific, and
Culture Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni
Emirat Arab. Mengacu pada pengakuan dan penghargaan tersebut, memang kita
sebagai bangsa harus bangga dan mungkin juga sudah seharusnya memakai nya dalam
berbagai kesempatan, karena memiliki kebudayaan yang luar biasa ini.
Akhirnya
kebersamaan selama hampir satu minggu dengan rekan seperjuangan di Human Rights
tidak hanya berbicara topik kemanusiaan saja, ternyata sudah masuk ke rana
budaya turun temurun bangsa Indonesia yaitu tentang batik Dan
selanjutnya, mereka berjanji suatu saat akan berkunjung ke Indonesia,
untuk belanja ke tempat pusat pembuatan batik.
Harus diakui
bahwa batik nusantara sangatlah elok rupawan, Marilah kita jaga semua
kekayaan yang ada di negeri kita. Jangan sampai timbul lagi masalah yang sama
seperti masalah Malaysia menghakpatenkan kekayan bangsa kita untuk negaranya.
Mari kita lestarikan semua kekayaan di negeri kita dan seperti slogan yang
telah dikumandangkan ke seluruh Indonesia, dan penulis bangga dengan produk Indonesia.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar