ULASAN MEDIA MASSA
PROPAGANDA POLITIK
Saat ini sebagian media massa digunakan sebagai
kendaraan untuk propaganda politik. Apakah benar? Untuk mengetahui
kebenarannya, maka penulis akan membahasnya, tanpa mempunyai maksud apapun dan
menyinggung siapapun. Ini adalah analisis bahasan tentang media massa, yang lebih mempunyai peran untuk memberikan
pendidikan politik yang sesungguhnya.
Bahasan ini dimulai dengan bergesernya peranan
media massa, sejalan dengan kepentingan muatan politik mana, yang bisa dipakai
untuk memuluskan jalan mencapai tujuan. Sebelum kita membahas lebih lanjut, sebelumnya
kita harus lebih mengenal tentang peran media massa untuk masa kampanye
politik.
Bagi media massa, tugas mereka adalah mensosialisasikan
pentingnya politik melalui pembicaraan. Apakah itu berupa yang namanya
perdebatan, negosiasi, ataupun kompromi dan lobi politik. Kemampuan media
mengungkap komunikasi politik verbal masyarakat berarti memberikan pula
pemenuhan atas people rigth to know, apa yang sesungguhnya terjadi,
sekaligus menjadikan media sebagai wahana diskusi masyarakat. Media merupakan
unsur pokok dalam proses komunikasi. Media menjadi perantara komunikator untuk
menyampaikan pesan kepada komunikan. Media pada dasarnya adalah segala sesuatu
yang merupakan saluran dengan mana seseorang menyatakan gagasan, isi jiwa atau
kesadarannya. Atau dengan kata lain, media adalah alat untuk mewujudkan gagasan
manusia (Dan, 2010).
Media massa merupakan salah satu alat yang
dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh
sejumlah informasi. Media massa itu sendiri terdiri dari berbagai jenis yaitu media cetak seperti surat kabar,
majalah, tabloid dan media yang melalui proses pencetakan lainnya dan media elektronik seperti televisi, radio
dan internet. Sebagaimana diketahui,
salah satu media massa yang sarat dengan informasi adalah pers. Pers merupakan cermin realitas, karena pers pada
dasarnya merupakan media massa yang lebih menekankan fungsinya sebagai sarana pemberitaan. Isi pers yang
utama adalah berita dan berita
adalah bagian dari realitas sosial yang dimuat media karena memiliki nilai yang
layak untuk disebarkan kepada
masyarakat atau sebagai yang memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
Media dalam hal ini dapat berupa TV, radio, majalah, dan
koran. Digunakannya media massa sebagai instrumen untuk mengkomunikasikan ide,
pesan, dan program kerja politik adalah karena kenyataan bahwa media dapat
dipakai untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Keefektifan media
massa dalam menyampaikan pesan politik telah menjadikannya sebagai
ajang baru pertempuran politik.
Ketika kekuatan
politik ingin mendiskreditkan image politik lawan, yang perlu dilakukan sudah
cukup dengan membanjiri informasi di media massa dengan hal-hal buruk yang
dilakukan lawan politik. Begitu juga sebaliknya, ketika ingin membentuk image
positif dari publik, cukup dengan membanjiri media massa dengan hal-hal positif
dari suatu partai atau kandidat.
Kemampuan untuk membentuk opini publik ini membuat
media massa memiliki kekuasaan politik. Paling tidak, media memiliki kekuasaan
untuk membawa pesan politik dan membentuk opini publik. Kemampuan ini dapat
dijadikan sumber bagi media massa untuk proses tawar-menawar dengan institusi
politik. Kesulitan untuk bernegosiasi dengan media massa seringkali terjadi
karena ideologi politik tertentu memiliki media sendiri, tidak jarang juga
media massa mengambil sikap independen dan menjadi kekuatan politik penyeimbang
dari kekuatan politik.
(Sumber:http://www.kompasiana.com/nielsye/peran-media-massa-dalam-komunikasi-politik. Diakses pada hari Selasa, 28 Maret 2017. Pukul 16.55 WIB)
(Sumber:http://www.kompasiana.com/nielsye/peran-media-massa-dalam-komunikasi-politik. Diakses pada hari Selasa, 28 Maret 2017. Pukul 16.55 WIB)
Informasi yang
disampaikan dalam media tidak selamanya objektif atau apa adanya. Seringkali
terdapat bias informasi. Beberapa sumber bias informasi dapat terjadi baik dari
sisi media maupun Masyarakat. Sehingga arti penting media massa dalam
menyampaikan pesan politik kepada masyarakat menempatkannya sebagai sesuatu
yang penting dalam interaksi politik. Partai politik membutuhkan media yang
memfasilitasi komunikasi politik. Dengan kemampuannya dalam menyebarkan
informasi secara luas membuat pesan politik disalurkan melalui media massa.
Semakin besar massa yang dapat disentuh oleh media massa, semakin strategis
arti media massa tersebut.
Sebagaimana telah dibahas di atas bahwa begitu besarnya peran
media massa dalam kehidupan masyarakat, yang mampu mempengaruhi dan merubah
cara berpikir suatu kelompok masyarakat. Kekuatan media massa ini dalam dunia
politik pun media massa digunakan sebagai alat penyampaian informasi dan pesan
yang sangat efektif dan efisien. Dari gambaran di atas mengenai fungsi media
massa dalam kaitannya sebagai alat politik, memang tidak mendidik, hanya
dijadikan kendaraan propaganda politik demi memenangkan kepentingan politik,
sedangkan bagi media massa yang terpenting
media massa itu sendiri tetap hidup dan terdongkrak naik oplah atau
tiras tanpa memikirkan peranan didirikannya media massa, sebagai alat sumber
komunikasi yang positif bagi masyarakat.
Sehingga kata-kata “media massa digunakan
sebagai kendaraan untuk propaganda politik”, iya memang terjadi pada saat
kebutuhan politikus memerlukan wadah
untuk menampung dan melancarkan aksi kampanyenya, menggunakan media massa
sebagai senjata yang efektif dan efisien, ketika maju untuk memenangkan kampanyenya.
REFERENSI
Nimmo, Dan. 2010. Komunikasi
Politik: Khalayak dan Efek. PT Remaja Rosdakarya: Bandung
http://www.kompasiana.com/nielsye/peran-media-massa-dalam-komunikasi-politik.
Diakses pada hari Selasa, 28 Maret 2017. Pukul 16.55 WIB
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar