ULASAN PERISTIWA SOSIAL
“Terlalu, ...Bikinnya
Susah, Cobek Buatan Pria Tua Ini Ditawar Wanita Bermobil Cuma Rp 3 Ribu!”.
Rabu, 31 Mei 2017 16:12
TRIBUNKALTIM.CO - Banyak orang yang lebih memilih
bekerja keras daripada harus mengemis atau meminta-minta. Seperti yang
dilakukan oleh seorang kakek tua penjual cobek (ulekan).
Melihat semangat dari sang penjual cobek yang sudah
tidak lagi muda itu seorang pria pun ikut menemani dan mengajak sang penjual
cobek untuk berbincang. Namun, saat sedang berbincang ada pemandangan yang
membuat pria ini miris kepada seorang wanita yang berada di dalam mobil mewah.
Cerita itu dibagikan oleh seorang pengguna akun
facebook Ulvy Baeaja DawaDawa. Menurutnya, saat itu kakek penjual cobek sedang
menjajakan dagangannya di sisi jalan. Namun tiba-tiba ada sebuah mobil mewah
yang diketahui di dalamnya ada seorang wanita menggunakan seragam PNS. Saat itu
wanita berseragam PNS yang naik mobil mewah bermaksud akan membeli cobek. Namun,
miris wanita itu menawar cobek dengan harga hanya RP 3 ribu !
Padahal menurutnya saat itu PNS tersebut hanya akan
membeli ulekannya saja dengan harga Rp 10 ribu. Namun harga yang sudah semurah
itu pun masih ditaw ar oleh wanita yang berada di dalam mobil mewah tersebut.
(Diakses online pada hari Rabu, 19 Oktober 2017 pada
Pukul 21.30 WIB. http://kaltim.tribunnews.com/2017/05/31/terlalu-bikinnya-susah-pikulnya-berat-cobek-buatan-pria-ini-ditawar-wanita-cuma-rp-3-ribu?page=all)
Analisis
Kondisi:
- - Adanya semangat dari Pria Tua yang sudah renta masih mau berjualan daripada mengemis.
- - Adanya penjual dan pembeli.
- - Adanya tawar menawar dengan harga yang sangat drastis.
- - Kebiasaan dan watak dari seorang wanita yang selalu ingin menawar barang dan mendapatkan harga yang semurah-murahnya.
- - Rentang ekonomi yang demikian jauh antara si miskin dan si kaya.
Kendala:
- - Membuat cobek susah dan perlu waktu lama
- - Harga sudah ditentukan tetap saja ditawar
S Solusi:
- - Sebaiknya si wanita yang akan membeli cobek, mempertimbangkan juga kondisi si Pak Tua tersebut, jangan hanya mementingkan keinginan untuk menawar serendah-rendahnya, walaupun mempunyai kebiasaan dan watak yang selalu ingin menawar barang dan mendapatkan harga yang semurah-murahnya.
- - Sebaiknya si wanita yang akan membeli cobek, tidak usah menawar harga cobek, yang sudah murah, bahkan seharusnya menaruh simpati dan empati, seperti timbulnya rasa iba dan belas kasihan, serta kemanusiaan, apalagi wanita tersebut masih memakai baju seragam PNS yang menunjukkan si wanita tersebut dari kelas ekonomi dan sosial yang terpandang serta terpelajar.
- - Apalah arti uang sejumlah sepuluh ribu dan mendapatkan barang berupa cobek, apabila dibandingkan dengan keinginan menolong ke sesama manusia yang sudah lanjut usia secara tidak langsung dengan membeli dagangannya?
- - Sebaiknya si wanita tersebut mempertimbangkan semangat yang masih ada dalam diri Pak Tua, yang masih mau membuat cobek dengan kondisi susah payah dan perlu waktu lama untuk membentuk cobek dari batu serta masih ada keinginan untuk berjualan, daripada melakukan tindakan kriminal ataupun menjadi pengemis.
- - Menurut orang ketiga yang ada di sana, secara tidak langsung si wanita pembeli sudah melakukan sesuatu hal yang tidak pantas dalam interaksi sosial berupa jual beli. Atau bisa dikatakan wanita yang berseragam PNS dan memakai mobil mewah, terlalu pelit, tidak punya rasa kemanusiaan dan tidak punya rasa sosial, serta terlalu memperhitungkan harga tidak pada tempatnya.
KOMEN BEBAS PENULIS
(tidak boleh protes yahh….xixixixi)
Dalam hidup ini kita
seringkali menjumpai realita seperti di atas, yang ada di lingkungan kita
sendiri, di mana si kaya tidak ada rasa kasih dan berempati, melihat orang lain
yang kebetulan mendapatkan takdir hidup di bumi menjadi orang miskin, atau dalam
kondisi kesusahan, sudah tua dengan urat bertonjolan di tangan, peluh tiada
henti, sudah menggores baju lusuh, basah, bercucuran keringat, demi mendapatkan sesuap nasi, demi bertahan hidup
dari satu hari ke hari lainnya, dari satu jam ke jam lainnya, dan dari detik ke
detik lainnya, sambil menunggu selesainya waktu di dunia ini.
Sebenarnya inilah peringatan
secara tidak langsung bagi dan kesempatan kita untuk memberikan amalan di dunia ini, dengan kita membeli dan membayarkan
untuk sebuah cobek yang tidak seberapa mahal harganya, serta awet tidak mudah
rusak, kita sudah membantu memberikan makan secara tidak langsung, selain itu belum tentu kita esok hari akan
berjumpa lagi dengan suasana yang sama dan ada.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar